Aktivitas pesawat jet tempur di sebuah kapal induk AS. (Anadolu Agency)
Inggris Pastikan Pangkalan RAF Fairford Aman usai AS Tarik Pesawat Pengebom
Willy Haryono • 6 October 2026 12:59
London: Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Fairford di Gloucestershire yang menjadi lokasi operasi Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) tetap aman setelah AS menarik pesawat-pesawat pengebomnya dari pangkalan tersebut, lapor Downing Street pada Senin, 5 Oktober 2026.
Pentagon mengonfirmasi pada Minggu kemarin bahwa pesawat pengebom AS, yang diyakini mencakup sekitar 12 pesawat B-1, telah dipindahkan dari RAF Fairford kembali ke pangkalan asalnya di wilayah kontinental AS.
Media AS melaporkan pesawat-pesawat pengebom tersebut ditarik setelah adanya ancaman terhadap pangkalan.
Langkah itu dilakukan setelah polisi pada 27 September mendapat laporan mengenai tiga “kendaraan mencurigakan” di dekat RAF Fairford di wilayah barat Inggris.
Juru bicara Downing Street mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya tidak akan berkomentar mengenai “operasi militer negara asing”, tetapi memastikan pangkalan tersebut aman.
Juru bicara tersebut juga merujuk pada pernyataan Presiden AS Donald Trump pekan lalu. Trump disebut “memuji kepolisian, layanan pertahanan, dan layanan keamanan kami” terkait insiden di pangkalan tersebut.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Senin mengatakan dirinya tidak akan secara langsung mengaitkan insiden pekan lalu dengan keputusan menarik pesawat pengebom dari RAF Fairford.
“Tidaklah aneh melihat perpindahan aset ke berbagai bagian dunia berdasarkan latihan, penempatan kembali, pergantian personel, personel baru yang datang, pesawat baru yang datang, dan pesawat lama yang pergi,” kata Rubio.
Ia menambahkan bahwa AS tetap sepenuhnya yakin terhadap keamanan seluruh pangkalannya. Menurut Rubio, otoritas Inggris juga telah memberikan kerja sama penuh sejak insiden tersebut.
Lima pria awalnya ditangkap karena dicurigai melakukan pelanggaran terorisme terkait insiden tersebut, tetapi kemudian dibebaskan dengan jaminan. Seorang pria keenam berkewarganegaraan Inggris-Iran juga kemudian ditangkap dan dibebaskan dengan jaminan.
Menurut laporan BBC, keputusan menarik pesawat pengebom tersebut merupakan keputusan militer, bukan politik. Keputusan itu diambil pada tingkat operasional dan disampaikan militer AS kepada pihak Inggris.
Baca juga: Adanya Ancaman Buat Trump Tarik Pesawat Pengebom dari Pangkalan di Inggris