SMESCO Gandeng SpiceBridgeID Jajaki Kerja Sama Bawa Produk UMKM ke Eropa

SMESCO Indonesia menjajaki kerja sama dengan SpiceBridgeID perluas akses produk UMKM ke pasar Eropa. Foto: Istimewa.

SMESCO Gandeng SpiceBridgeID Jajaki Kerja Sama Bawa Produk UMKM ke Eropa

Anggi Tondi Martaon • 15 October 2026 16:59

Jakarta: SMESCO Indonesia menjajaki kerja sama strategis dengan SpiceBridgeID untuk memperluas akses produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia ke pasar Eropa. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memperkuat rantai pasok, memperluas jaringan perdagangan internasional, serta meningkatkan kesiapan produk UMKM agar mampu bersaing di pasar global.

Direktur SMESCO Indonesia, Doddy Akhmadsyah Matondang, mengatakan perdagangan internasional seharusnya tidak hanya memberikan nilai di titik penjualan, tetapi juga membawa manfaat bagi produsen di tempat produk berasal.

“Gagasan utama kerja sama ini sederhana: perdagangan internasional seharusnya menciptakan nilai bukan hanya di titik penjualan, tetapi juga di tempat sebuah produk bermula,” kata Doddy melalui keterangan tertulis, Kamis, 15 Oktober 2026.
 


Dalam penjajakan tersebut, SMESCO Indonesia akan berkontribusi melalui pengembangan kemampuan pemasaran UMKM. Sedangkan SpiceBridgeID membawa jaringan perdagangan internasional dan akses pasar Eropa untuk mempertemukan produsen Indonesia dengan pembeli potensial.

Founder SpiceBridgeID, Dewirini Anggraeni, menegaskan pentingnya membangun perdagangan yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik pembeli internasional maupun produsen lokal.

“SpiceBridgeID percaya bahwa perdagangan menjadi bermakna ketika nilai bergerak ke dua arah, produk berkualitas dan kemitraan yang dapat diandalkan bagi pembeli, serta kesempatan yang adil, kemampuan usaha yang lebih kuat, dan jalur menuju pasar yang lebih jelas bagi produsen,” kata Dewirini.

Produk yang menjadi sasaran penjajakan kerja sama tersebut meliputi kopi, rempah-rempah, furnitur kayu, dan kerajinan yang bersumber dari petani kecil serta komunitas perajin Indonesia.


Pelaku UMKM di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Foto: dok InJourney.

Rencana kerja sama tersebut mencakup promosi produk di Eropa, identifikasi peluang pasar, fasilitasi pertemuan bisnis, penguatan jalur distribusi, hingga optimalisasi platform digital.

Selain memperluas penjualan, kerja sama ini diharapkan membantu produsen meningkatkan kualitas produk, menjaga konsistensi pasokan, memperkuat ketelusuran asal produk, serta memenuhi persyaratan ekspor.

Penjajakan ini diharapkan menjadi langkah awal mempertemukan potensi produk UMKM Indonesia dengan kebutuhan pasar Eropa. Sekaligus membangun hubungan dagang jangka panjang yang memberikan manfaat bagi produsen lokal.

(Anggi Tondi)