Program Pemerintah Prabowo-Gibran Fokus Mendorong Rakyat Kecil Berdaya

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Foto: BPMI Setpres.

Program Pemerintah Prabowo-Gibran Fokus Mendorong Rakyat Kecil Berdaya

Fachri Audhia Hafiez • 20 October 2026 22:00

Jakarta: Rancangan berbagai program pada dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka disebut sepenuhnya berorientasi pada penguatan ekonomi masyarakat bawah. Hal ini dinilai penting agar rakyat menjadi lebih berdaya.

"Kalau kita perhatikan secara saksama, seluruh program pemerintah hari ini dimaksudkan agar rakyat, terutama rakyat kecil, menjadi lebih berdaya," kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.
 


Sarmuji menjelaskan, orientasi tersebut menandai adanya pergeseran paradigma. Yakni, pembangunan nasional yang menempatkan masyarakat luas sebagai pusat serta subjek utama dari setiap kebijakan yang digulirkan.

"Ada pergeseran paradigma pembangunan selama kepemimpinan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran. Presiden sedang menerapkan ekonomi konstitusi dalam pengertian yang sebenarnya, di mana rakyat banyak menjadi orientasi sekaligus subjek pembangunan," kata Sarmuji.

Ia mencontohkan sejumlah program strategis yang berdampak langsung pada kebutuhan dasar warga. Di antaranya Makan Bergizi Gratis bagi anak sekolah, balita, dan ibu hamil; Sekolah Rakyat bagi keluarga miskin; Cek Kesehatan Gratis; penurunan harga pupuk bersubsidi; swasembada beras; hingga percepatan program listrik desa.

Berdasarkan data pemerintah hingga pertengahan 2026, program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau lebih dari 62 juta penerima manfaat, sedangkan Cek Kesehatan Gratis melayani 73 juta warga. Sementara itu, Sekolah Rakyat beroperasi di 166 titik, harga eceran tertinggi pupuk bersubsidi dipangkas 20 persen, serta cadangan beras pemerintah mencapai 5,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah.


Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji. Foto: Dok. Istimewa.

Sarmuji mengakui pergeseran paradigma ini kerap mendatangkan rasa skeptis bagi sebagian pihak, meski indikator ekonomi nasional menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada semester I 2026.

"Pergeseran paradigma ini kadang mengagetkan sebagian orang. Sebagian merasa tidak yakin dengan langkah pemerintah. Tetapi data menunjukkan Indonesia sedang tumbuh cepat, rata-rata lebih tinggi dibandingkan dengan negara lain," kata Sarmuji.

Partai Golkar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung arah kebijakan yang diambil oleh pemerintah saat ini.

"Kami meyakini pemerintah sedang berjalan dalam koridor yang tepat. Memang butuh waktu untuk melihat hasil dari apa yang ditanam. Tapi kami yakin, kerja keras dan ikhlas akan menghasilkan hasil yang lebih baik," kata Sarmuji.

(Fachri Audhia Hafiez)