Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bersama dua Wamenhan yakni Jenderal Richard Taruli Horja Tampubolon (kiri) dan Marsekal TNI Yusuf Jauhari (kanan) di kantor Kemhan, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2026) (ANTARA/Ho-Tim Media Menhan Sjafrie Sjamsoeddin)
Kemhan Beberkan Tugas 2 Wamenhan Baru
Siti Yona Hukmana • 16 October 2026 08:39
Jakarta: Kementerian Pertahanan (Kemhan) menjelaskan tugas dua Wakil Menteri (Wamen) Pertahanan. Baik Wamen bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan serta bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi.
"Wamen Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan memiliki tugas khusus di bidang pembinaan doktrin militer, perancangan arah kebijakan strategi pertahanan nasional serta perencanaan pembangunan kekuatan TNI jangka Panjang," kata Kepala Biro Humas dan Informasi Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dilansir Antara, Jumat, 16 Oktober 2026.
Rico melanjutkan penunjukan Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon sebagai Wamenhan Bidang Strategi, Doktrin dan Pembangunan Kekuatan serta Marsekal TNI Yusuf Jauhari sebagai Wamen Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi sudah tepat.

Pelantikan empat wakil menteri, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta kepala dan wakil kepala Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN). Foto: Metro TV/Kautsar Widya Prabowo.
Richard dinilai memiliki pengalaman di bidang strategi tempur dan penguatan pertahanan karena sudah lama menjadi infanteri atau pasukan tempur AD.
Sedangkan, Yusuf memiliki pengalaman di bidang pengelolaan logistik yang kuat mengingat jabatan sebelumnya saat dia masih bintang tiga adalah Kepala Badan Logistik Pertahanan (Kabaloghan) Kemhan.
Rico memastikan dua pejabat baru itu akan bekerja di bawah kendali langsung Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Dengan pengawasan langsung, dapat dipastikan dua pejabat tersebut tidak akan tumpang tindih dalam menjalankan tugas di Kemhan.
"Kedua jabatan Wamenhan dipastikan dapat saling melengkapi, bersinergi, dan memperkuat akselerasi penyelenggaraan pertahanan negara yang tangguh," ujar Rico.