Kemenbud Dorong Konferensi Musik Indonesia Jadi Penggerak Ekonomi Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon. Foto: Metrotvnews.com/Arini.

Kemenbud Dorong Konferensi Musik Indonesia Jadi Penggerak Ekonomi Budaya

Metro TV • 14 October 2026 04:10

Jakarta: Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) mendorong Konferensi Musik Indonesia (KMI) menjadi penggerak ekonomi budaya. KMI juga didorong menjadi pusat jejaring (hub) bagi ekosistem musik nasional dari wilayah barat hingga timur. 

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan kelanjutan perhelatan KMI ini dirancang untuk merangkul seluruh elemen pelaku seni secara inklusif, mulai dari seniman lokal, nasional, tradisional, kontemporer, senior, hingga pendatang baru.

“Ini bisa menjadi satu tempat untuk berjejaring dan menjadi hub. Dan ini satu tempat yang saya kira akan menjadi konektivitas antara wilayah ekspresi budaya musik Indonesia dari barat sampai ke timur, ini bisa berkumpul di sana untuk berdiskusi, untuk menyelenggarakan festival, pementasan,” ujar Fadli dalam acara Taklimat Media KMI 2026 di Graha Utama Gedung A Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Oktober 2026.
 


Selain mempererat kolaborasi antarseniman, KMI 2026 juga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian berbasis seni dan budaya di Kota Makassar. Dalam kesempatan yang sama, Kemenbud turut memperkenalkan rencana revitalisasi cagar budaya nasional Benteng Rotterdam.

"Sekaligus juga kita memperkenalkan satu cagar budaya nasional kita, Benteng Rotterdam atau Fort Rotterdam yang merupakan cagar budaya nasional. Ini kita akan revitalisasi tahun ini,“  kata Fadli.


Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) akan menggelar Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan. Foto: Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, menegaskan bahwa pembangunan ekosistem musik tidak bisa dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan sendirian. Oleh karena itu, KMI 2026 mengusung tema  Gerak Seirama yang mencerminkan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas kementerian, lembaga, hingga asosiasi.

"Untuk membangun ekosistem musik, tidak mungkin kita bisa sendirian," ujar Giring.

(Anggi Tondi)