Penembakan Massal di Pennsylvania Tewaskan 9 Orang, Termasuk 2 Anak

Ilustrasi garis polisi. (Anadolu Agency)

Penembakan Massal di Pennsylvania Tewaskan 9 Orang, Termasuk 2 Anak

Willy Haryono • 11 October 2026 08:22

Erie: Sembilan orang, termasuk dua anak dan seorang pria yang diduga sebagai pelaku penembakan, tewas dalam insiden penembakan di sebuah rumah di Erie, Pennsylvania, Amerika Serikat (AS), pada Jumat malam waktu setempat.

Pria tersebut menembak delapan orang sebelum diduga mengakhiri hidupnya sendiri, menurut laporan AFP yang mengutip pemberitaan media lokal. Kota Erie berjarak sekitar 188 kilometer sebelah utara Pittsburgh, salah satu kota besar di Pennsylvania.

Polisi menerima laporan mengenai suara tembakan sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Menurut Erie News Now, petugas yang tiba di lokasi menemukan dua perempuan tewas di jalan.

Pelaku kemudian membarikade diri di dalam rumah ketika polisi mengepung bangunan tersebut dan memintanya keluar.

Suara tembakan kembali terdengar selama kebuntuan antara pelaku dan polisi. Ketika petugas memasuki rumah, mereka menemukan korban lainnya, termasuk dua anak. Pelaku ditemukan dengan luka tembak yang diduga ditimbulkan oleh dirinya sendiri, menurut laporan tersebut yang mengutip polisi.

Pemerintah Kota Erie pada Sabtu, 10 Oktober 2026, mengatakan bahwa seluruh sembilan korban tewas sebelum polisi tiba di lokasi. Pemerintah kota juga memastikan tidak ada lagi ancaman terhadap masyarakat.

Kepala Kepolisian Erie Rick Lorah mengatakan dirinya belum pernah menyaksikan kejadian serupa selama lebih dari 28 tahun bertugas.

"Saya tidak yakin Kota Erie pernah mengalami kehilangan nyawa dan kehancuran seperti yang baru saja kami saksikan," kata Lorah kepada stasiun berita lokal.

Petugas yang menangani insiden tersebut juga ditawari layanan konseling, menurut laporan media lokal.

Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro menyebut insiden tersebut sebagai "penembakan massal yang tragis.' Dia mengatakan telah berbicara dengan Wali Kota Erie Daria Devlin untuk menawarkan dukungan penuh dari pemerintahannya.

Insiden tersebut menambah rangkaian kasus penembakan massal yang berulang terjadi di Amerika Serikat. Di negara tersebut, jumlah senjata api melebihi jumlah penduduk, sementara upaya memperketat aturan kepemilikan senjata menghadapi hambatan politik dan hukum.

Baca juga: Seorang Pria Ditembak Agen ICE saat Bersama Anak di New York, Mamdani Murka

(Willy Haryono)