Kawasan Gambut Rawan, Kemenhut Minta Petugas Tak Lengah Atasi Karhutla

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (masker putih). Foto: Dok. Kemenhut.

Kawasan Gambut Rawan, Kemenhut Minta Petugas Tak Lengah Atasi Karhutla

Fachri Audhia Hafiez • 12 October 2026 17:38

Banjarbaru: Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengingatkan seluruh pihak untuk tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel). Khususnya di kawasan lahan gambut.

“Karena apabila kita lengah, Anda tahu di basisnya gambut, maka kebakaran ini satu waktu akan bisa meledak kembali,” tegas Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni saat meninjau penanganan karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang, Kota Banjarbaru, Kalsel, Senin, 12 Oktober 2026.
 


Peringatan tersebut disampaikan Raja Juli menyusul prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyebut hujan alami di Kalsel baru akan turun pada pertengahan November 2026.

“Karena seperti yang disampaikan oleh BMKG, hujan alami itu baru akan hadir di Kalimantan Selatan ini pada pertengahan November atau dasarian kedua November,” ujar Raja Juli.


Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (tengah). Foto: Dok. Kemenhut.

Menurut Raja Juli, kondisi ini membuat tim gabungan masih memiliki waktu sekitar satu bulan untuk terus menjaga kewaspadaan dan memastikan penanganan karhutla berjalan maksimal. Ia meminta sinergi pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, hingga relawan terus diperkuat.

“Oleh karena itu, masih ada sekitar satu bulan lagi ya, di mana saya berharap di bawah pimpinan Pak Gubernur, Kapolda, Pak Pangdam, dengan Manggala Agni, dengan relawan, semuanya untuk tetap waspada,” kata Raja Juli.

Raja Juli optimistis koordinasi solid antarunsur di lapangan dapat menjaga situasi tetap kondusif hingga musim hujan tiba. “Insya Allah saya percaya ya dengan koordinasi yang sangat baik,” kata Raja Juli.

(Fachri Audhia Hafiez)