Partai NasDem menggelar simposium bertajuk Memperkuat Reforma Agraria. Foto: Dok. Partai NasDem.
NasDem Gelar Simposium Bahas Perkuatan Reforma Agraria
Anggi Tondi Martaon • 4 November 2026 16:47
Jakarta: Partai NasDem menggelar simposium bertajuk Memperkuat Reforma Agraria yang mengangkat isu strategis mengenai penataan dan pembenahan tata kelola pertanahan di Indonesia. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke-15 NasDem.
“Dalam rangkaian hari ulang tahun ke-15 Partai NasDem, kita bisa menyelenggarakan simposium nasional yang salah satu temanya adalah terkait dengan reforma agraria,” kata Ketua Komisi II DPR RI sekaligus kader NasDem, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda, di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Rabu, 4 November 2026.
Melalui forum tersebut, Partai NasDem menegaskan diskursus baru yang menempatkan orientasi kebijakan pertanahan pada tataran yang lebih tinggi demi memastikan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat.
“Hari ini kita akan perkenalkan gagasan-gagasan dan pemikirannya bukan tentang reforma agraria, tapi satu lebih tinggi dari reforma agraria, yaitu restorasi agraria,” ujar Rifqinizamy.
Lebih lanjut, restorasi agraria ditekankan bukan hanya sekadar memberikan pengakuan administratif atas kepemilikan lahan, melainkan memastikan bahwa tanah yang dikelola benar-benar produktif dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.
“Kita ingin tanah kita itu bukan sekadar dilegalisasi asetnya, bukan sekadar kita serahkan sertifikat kepada rakyatnya, tetapi kita ingin di atas tanah kita itu juga mengandung sumber kehidupan,” jelas Rifqinizamy.
Partai NasDem menegaskan bahwa upaya pembenahan sektor pertanahan harus terus didorong melampaui kerangka konvensional agar redistribusi lahan benar-benar berpihak pada kemakmuran rakyat secara luas.
“Kami tidak berpuas diri dengan ide reforma agraria, kita ingin menghadirkan tanah untuk rakyat, tanah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” tutur Rifqinizamy.

Ketua Komisi II DPR RI sekaligus kader NasDem, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda. Foto: Metrotvnews.com/Afifah.
Adapun dalam momentum disahkannya undang-undang pengaturan reforma agraria yang baru serta terbentuknya Badan Reforma Agraria Nasional, simposium ini diharapkan mampu menjadi wadah awal bagi diskursus publik yang konstruktif untuk kemajuan bangsa dan negara.
“Dan mumpung undang-undang pengaturan reforma agraria ini baru, Badan Reforma Agraria Nasional juga baru, izinkan Partai NasDem memulai diskursus ini untuk kita semua, untuk kebaikan bangsa dan negara,” kata Rifqinizamy.
(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)