Ilustrasi Yamal dan Messi. Foto: X/@433
Intip Lawan Berat Messi dan Yamal di Pertandingan Final Spanyol vs Argentina
Muhamad Marup • 17 July 2026 18:16
Jakarta: Spanyol akan menghadapi Argentina pada partai final Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion New York Senin, 20 Juli 2026, pukul 02.00 WIB. Beberapa pemain akan saling berduel, termasuk Lionel Messi dan Lamine Yamal.
Kedua negara telah menunjukkan kualitas luar biasa menuju final. Spanyol terbukti mampu mengalahkan saingan juara seperti Prancis dan Portugal, sementara Argentina menunjukkan semangat pantang menyerah nhingga akhir laga.
Mengutip situs FIFA, berikut duel-duel kunci antarpemain yang bakal tersaji di final Piala Dunia 2026.
Aymeric Laporte vs. Lionel Messi
Messi mungkin baru saja berusia 39 tahun lebih dari dua minggu yang lalu, tetapi kemampuannya yang memukau dalam memenangkan pertandingan tetap tak berkurang. Superstar Argentina ini memimpin perlombaan top skor dengan delapan gol dan telah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia.Ia juga berada di puncak klasemen kreativitas. Messi telah memberikan empat assist, dengan dua di antaranya membantu Argentina melakukan comeback dramatis di menit-menit akhir untuk mengalahkan Inggris di semifinal.
Jika Spanyol dapat membatasi pengaruh Messi, itu bisa sangat membantu La Roja memenangkan gelar Piala Dunia kedua mereka. Laporte akan menjadi salah satu pemain yang menghadapi tugas berat tersebut.
Pemain Athletic Bilbao ini berada dalam performa yang sempurna dan telah membentuk duet bek tengah yang kokoh dengan Pau Cubarsi yang berusia 19 tahun. Spanyol hanya kebobolan satu gol dalam tujuh pertandingan Piala Dunia mereka, dengan ketenangan dan otoritas Laporte menjadi faktor kunci di balik rekor luar biasa mereka.
Rodri vs Enzo Fernandez
Dua raksasa lini tengah siap beradu kekuatan di tengah lapangan. Kapten Spanyol, Rodri, telah menunjukkan performa terbaiknya di Piala Dunia ini.Ia telah membantu La Roja mengendalikan pertandingan dengan distribusi bolanya yang akurat. Tidak ada pemain di kompetisi ini yang menyelesaikan lebih banyak operan daripada 648 operan yang dilakukannya, dan ia memiliki tingkat akurasi 93 persen.
Kemampuan atletiknya juga terlihat jelas. Rodri mencatat total jarak tempuh 83.802 meter, yang merupakan rekor tertinggi di turnamen ini.
Sementara itu, kemampuannya yang luar biasa untuk melakukan intervensi penting guna menghentikan serangan lawan digarisbawahi oleh fakta bahwa ia memimpin kategori pertahanan dalam Peringkat Kekuatan.
Rodri akan berupaya mendikte tempo final hari Minggu, tetapi akan menghadapi lawan yang tangguh, Fernandez. Setelah memenangkan Penghargaan Pemain Muda Terbaik FIFA di Qatar 2022, pemain berusia 25 tahun ini kembali bersinar di panggung dunia.

Kapten timnas Spanyol, Rodri. Foto: X/@mancity
Fernandez bekerja tanpa lelah melalui pergerakan tanpa bola dan berulang kali merebut kembali penguasaan bola untuk timnya. Ia melakukan perebutan bola 43 kali, lebih banyak daripada pemain Argentina lainnya.
Fernandez juga memberikan kontribusi gol-gol penting selama fase gugur. Pertama, ia muncul dengan sundulan di waktu tambahan untuk melengkapi kemenangan comeback luar biasa Argentina di babak 16 besar melawan Mesir. Dan ketika mimpi La Albiceleste untuk mempertahankan gelar tampak memudar melawan Inggris di semifinal, Fernandez mencetak gol peny equalizer yang fantastis pada menit ke-85.
Lamine Yamal vs. Nicolas Tagliafico
Mungkin sebagai talenta muda paling memukau di generasinya, pengaruh Yamal terus meningkat sepanjang turnamen. Bintang Barcelona ini kembali ke Piala Dunia setelah absen karena cedera hamstring dan, meskipun mungkin belum mencapai performa puncak, ada tanda-tanda bahwa ia bisa mencapai puncaknya di waktu yang tepat.Kecepatan dan pergerakan Yamal menghasilkan penalti yang memberi Spanyol keunggulan di semifinal melawan Prancis dan ia terlihat sangat tajam sepanjang pertandingan. Sementara itu, imajinasi dan kecerdikan pemain sayap kanan ini ditunjukkan oleh fakta bahwa ia berada di peringkat keenam dalam Power Rankings untuk kreativitas. Bek kiri Argentina, Tagliafico, akan berusaha mencegah Yamal membuat kekacauan. Pemain Lyon ini adalah bagian dari tim La Albiceleste yang memenangkan Piala Dunia empat tahun lalu dan sekali lagi membuktikan nilainya di Amerika Utara.
Sebagai pemain tim sejati, Tagliafico adalah bek yang kuat dalam duel satu lawan satu dan memiliki kesadaran taktis yang mengesankan. Pengalaman Tagliafico akan sangat berharga ketika ia menghadapi Yamal dan kawan-kawan di New York, New Jersey.