TNI Habema Cegah Ancaman TPNPB-OPM di Intan Jaya, Sita Senjata

Koops) TNI Habema berhasil menguasai sebuah honai diduga tempat transit kelompok bersenjata TPNPB-OPM. (Istimewa)

TNI Habema Cegah Ancaman TPNPB-OPM di Intan Jaya, Sita Senjata

Lukman Diah Sari • 20 July 2026 19:13

Intan Jaya: Komando Operasi (Koops) TNI Habema berhasil menguasai sebuah honai yang diduga menjadi lokasi transit kelompok bersenjata TPNPB-OPM pimpinan Daniel Aibon Kogoya di Kampung Abundoga, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah. Keberhasilan ini merupakan bagian dari upaya mencegah potensi ancaman keamanan sebelum membahayakan masyarakat.

Operasi tersebut diawali dengan pengumpulan informasi, pengamatan lapangan, dan proses verifikasi secara cermat. Seluruh tahapan dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah serta mengutamakan keselamatan warga. Kepala Penerangan Koops TNI Habema, M. Wirya Arthadiguna, mengatakan operasi digelar setelah aparat memperoleh informasi mengenai dugaan rencana aksi bersenjata dan aktivitas konsolidasi kelompok tersebut di Intan Jaya.

Kami tidak bergerak karena dugaan semata. Setiap langkah diawali dengan pengintaian, verifikasi, dan analisis yang matang agar tindakan yang diambil benar-benar tepat sasaran. Yang terpenting adalah memastikan masyarakat tetap aman dan dapat menjalankan aktivitasnya dengan tenang, ujar Wirya dalam keterangan resmi, Senin, 20 Juli 2026.
class=big_center
Ilustrasi. Metrotvnews.com.

Dalam operasi tersebut, pasukan mengamankan satu pucuk senjata api organik jenis Lee Enfield kaliber 7,62 mm, dua pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, satu pucuk senapan angin dalam kondisi terbongkar, sejumlah amunisi, serta perlengkapan lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas kelompok bersenjata. Seluruh barang bukti disita untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Pengamanan senjata dan perlengkapan di lokasi diharapkan dapat mencegah penyalahgunaan untuk aksi kekerasan yang berpotensi mengganggu keamanan warga di Intan Jaya dan sekitarnya. Wirya menegaskan bahwa keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari barang bukti yang diamankan, tetapi juga dari kemampuan aparat menjaga situasi tetap kondusif tanpa menimbulkan dampak terhadap masyarakat sipil.

Setiap tindakan dilakukan secara profesional, berdasarkan informasi yang valid, serta selalu mengedepankan perlindungan terhadap warga sipil dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan, jelas dia.

Koops TNI Habema kembali mengajak anggota kelompok bersenjata yang masih berada di hutan untuk menghentikan aksi kekerasan dan memilih jalan damai. Negara tetap membuka ruang bagi siapa pun yang ingin kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui mekanisme yang bermartabat, sesuai ketentuan hukum, dan mengedepankan rekonsiliasi.

Bagi TNI Habema, rasa aman di tengah masyarakat adalah indikator utama kesuksesan operasi. Harapannya, anak-anak dapat belajar tanpa rasa takut, masyarakat beraktivitas dengan tenang, dan kehidupan di Tanah Papua terus berjalan dalam suasana damai.

(Lukman Diah Sari)