Gedung Putih di Washington DC, Amerika Serikat. (Anadolu Agency)
Gedung Putih Nonaktifkan Operator Teleprompter Trump atas Dugaan Taruhan Pidato
Willy Haryono • 18 July 2026 13:45
Washington: Gedung Putih menjatuhkan sanksi kepada seorang operator teleprompter Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah yang bersangkutan diduga memanfaatkan akses terhadap materi pidato presiden untuk bertaruh di pasar prediksi daring.
Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Presiden Trump telah mengetahui laporan tersebut dan memutuskan agar operator bernama Gabriel Perez dikenai cuti administratif tanpa dibayar.
Saya telah membahas persoalan ini dengan presiden. Beliau menilai tindakan tersebut sangat disayangkan dan merupakan sebuah aib, ujar Leavitt kepada wartawan, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurut Leavitt, seperti dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 17 Juli 2026, keputusan tersebut diambil langsung oleh Trump dan Perez dipastikan tidak lagi bertugas di lingkungan Gedung Putih.
Kasus ini pertama kali dilaporkan ABC News, yang menyebut Perez diduga memperoleh keuntungan lebih dari 100.000 dolar AS melalui transaksi di platform pasar prediksi Kalshi dengan menebak kata atau frasa yang akan diucapkan Trump dalam sejumlah pidato resmi.
Kalshi Laporkan ke Regulator
Menanggapi laporan tersebut, Kalshi menyatakan telah melaporkan aktivitas perdagangan yang dianggap mencurigakan kepada Commodity Futures Trading Commission (CFTC), regulator pasar komoditas Amerika Serikat.Kepala Penegakan Hukum Kalshi, Robert DeNault, mengatakan tim pengawasan perusahaan menemukan pola transaksi yang tidak biasa sebelum meneruskannya kepada regulator.
Ia menambahkan Kalshi telah menyerahkan seluruh bukti yang dikumpulkan kepada CFTC dan terus bekerja sama dalam proses penyelidikan.
Perusahaan juga mengungkapkan bahwa lebih dari 90.000 dolar AS dari keuntungan yang diduga diperoleh Perez telah dibekukan di dalam akunnya sebelum sempat ditarik. Saat ini, penyelesaian kasus tersebut masih dalam tahap negosiasi.
Diduga Bertaruh pada Sejumlah Pidato Penting
Berdasarkan laporan ABC News, Perez telah menjadi operator teleprompter Trump sejak 2016 dan diduga memasang taruhan pada beberapa pidato penting, termasuk pidato kenegaraan State of the Union, pidato di Forum Ekonomi Dunia di Davos, serta sejumlah pidato lain sepanjang tahun.
Laporan itu juga menyebut Perez sempat membatalkan sebagian taruhannya ketika Trump keluar dari naskah yang telah disiapkan sehingga beberapa kata yang diprediksi tidak jadi diucapkan.
Kasus tersebut mencuat hanya beberapa jam sebelum Trump dijadwalkan kembali menyampaikan pidato yang berfokus pada isu perlindungan integritas pemilu Amerika Serikat.
Leavitt memastikan Gedung Putih tetap menyiapkan operator teleprompter untuk pidato tersebut, tetapi menegaskan bahwa Perez tidak lagi bertugas.
Pasar Prediksi Jadi Sorotan
Kasus ini kembali menempatkan pasar prediksi dalam sorotan otoritas Amerika Serikat di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaan informasi nonpublik atau insider trading.
Sebelumnya, seorang personel militer Amerika Serikat juga didakwa secara federal karena diduga menggunakan informasi rahasia untuk bertaruh di pasar prediksi terkait operasi militer terhadap mantan Presiden Venezuela Nicolás Maduro. Dalam perkara itu, tersangka disebut memperoleh keuntungan lebih dari 400.000 dolar AS.
Leavitt menegaskan Gedung Putih memiliki pedoman etika yang ketat bagi seluruh pegawainya, termasuk larangan memanfaatkan informasi internal untuk kepentingan pribadi.
Di sisi lain, perhatian publik juga tertuju pada hubungan Kalshi dengan keluarga Trump. Putra sulung presiden, Donald Trump Jr., diketahui bergabung sebagai penasihat Kalshi sejak Januari 2025 dan sebelumnya memuji platform tersebut setelah berhasil memprediksi kemenangan ayahnya pada Pemilu Presiden AS 2024. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: FBI Gagalkan Dugaan Serangan Drone terhadap Acara UFC di Gedung Putih