Direktur Utama BTN Nixon L. P. Napitupulu. Foto: dok Istimewa.
BTN Gandeng Pemkab Samosir Perluas Akses Pembiayaan dan Digitalisasi Layanan
Husen Miftahudin • 23 June 2026 13:33
Jakarta: PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menggandeng Pemerintah Kabupaten Samosir dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) yang mencakup pengembangan ekosistem pariwisata, pemberdayaan UMKM, layanan kesehatan, hingga digitalisasi layanan pemerintahan di kawasan Danau Toba.
Direktur Utama BTN Nixon L. P. Napitupulu mengatakan, Kabupaten Samosir memiliki posisi strategis sebagai bagian dari Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba. Ia menilai pengembangan sektor pariwisata perlu diiringi penguatan ekosistem ekonomi, terutama UMKM.
"Pariwisata memiliki keterkaitan erat dengan UMKM. Secara nasional, sekitar 60 persen produk domestik bruto ditopang UMKM dan sektor ini menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja. Pengembangan pariwisata harus berjalan beriringan dengan pemberdayaan UMKM agar dampaknya lebih luas," ujar Nixon dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 23 Juni 2026.
Nixon menjelaskan, melalui transformasi Beyond Mortgage, BTN memperluas peran dari bank pembiayaan perumahan menjadi mitra pembangunan yang menyediakan solusi keuangan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan pemerintah daerah.
Dalam dua tahun terakhir, BTN telah menjalin kerja sama dengan sekitar 58 pemerintah kabupaten dan kota di berbagai wilayah Indonesia untuk memperkuat pembangunan ekonomi daerah.
| Baca juga: BTN Fasilitasi Pembiayaan KUR Modal Usaha UMKM di Pangkalpinang |
Perluasan pembiayaan UMKM dan digitalisasi layanan
Sebagai tindak lanjut kerja sama, BTN akan memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Properti Program (KPP), serta mendorong digitalisasi transaksi usaha.
BTN juga mendukung penguatan layanan kesehatan melalui penyediaan solusi perbankan untuk RSUD Dr. Hadrianus Sinaga, meliputi layanan transaksi, payroll, QRIS Merchant, hingga pembiayaan pengembangan fasilitas dan alat kesehatan.
Selain itu, BTN akan memperkuat kerja sama dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Samosir untuk mendukung pengelolaan keuangan daerah yang lebih efisien dan terdigitalisasi.
BTN juga menjajaki sejumlah kerja sama tambahan, antara lain dengan perguruan tinggi untuk pengelolaan sampah kawasan wisata, promosi produk unggulan Samosir seperti kopi dan tenun, serta pengembangan sumber daya manusia.
"Kami ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga pembiayaan, tetapi sebagai mitra pembangunan daerah. Ekosistem yang saling terhubung perlu dibangun agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara berkelanjutan," kata Nixon.

(Kerja sama BTN dengan Pemkab Samosir terkait pengembangan ekosistem pariwisata hingga pemberdayaan UMKM. Foto: dok Istimewa)
Pemkab Samosir dorong akses pembiayaan UMKM
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom menyambut baik kerja sama tersebut. Menurut dia, kolaborasi dengan BTN menjadi langkah strategis dalam memperkuat layanan publik, UMKM, dan akses keuangan masyarakat.
Ia menjelaskan, ruang lingkup kerja sama mencakup layanan perbankan untuk pemerintah daerah, layanan keuangan RSUD Dr. Hadrianus Sinaga, serta perluasan akses pembiayaan UMKM melalui Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja.
Salah satu implementasi kerja sama adalah program subsidi bunga kredit bagi pelaku UMKM dengan plafon hingga Rp100 juta dan tenor maksimal tiga tahun, yang didukung melalui APBD Kabupaten Samosir.
"Program subsidi bunga kredit ini menjadi prioritas daerah. Kami mengapresiasi dukungan BTN yang menyalurkan pembiayaan bagi UMKM agar dapat berkembang," ujar Vandiko.
Ia juga mengapresiasi percepatan penandatanganan kerja sama yang hanya berlangsung sekitar satu bulan sejak pembahasan awal. Vandiko berharap BTN dapat memperluas kehadiran layanan perbankan di Samosir agar akses pembiayaan masyarakat semakin mudah dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Melalui kolaborasi ini, BTN dan Pemerintah Kabupaten Samosir menargetkan penguatan ekosistem pembangunan daerah yang inklusif, mencakup pariwisata, UMKM, digitalisasi layanan publik, dan ekonomi berkelanjutan di kawasan Danau Toba.