Dewan Keamanan PBB dalam sebuah pertemuan. Foto: Metrotvnews.com
DK PBB Soroti Krisis Kemanusiaan Gaza yang Kian Memburuk
Fajar Nugraha • 19 June 2026 20:15
New York: Sejumlah anggota Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) pada Kamis, 18 Juni 2026, memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza terus memburuk meski telah ada kesepakatan gencatan senjata.
Pakistan, Tiongkok, Inggris, dan Rusia mendesak Israel membuka akses bantuan kemanusiaan tanpa hambatan.
Dalam sidang DK PBB mengenai Palestina, Duta Besar Pakistan untuk PBB Asim Iftikhar Ahmad menyatakan pelanggaran gencatan senjata masih terjadi dan kondisi kemanusiaan di Gaza tetap memprihatinkan. Menurutnya, warga sipil terus menghadapi pembunuhan, kekurangan kebutuhan dasar, pengungsian, dan ketidakpastian masa depan.
Ahmad mengatakan lebih dari 90 persen penduduk Gaza telah mengungsi, sementara hanya sekitar setengah rumah sakit di wilayah tersebut yang masih berfungsi sebagian. Ia juga menuding pembatasan dan penundaan akses bantuan kemanusiaan oleh Israel menjadi penyebab utama memburuknya situasi di Gaza.
Perwakilan Tiongkok untuk PBB, Fu Cong, menyatakan harapan perbaikan kondisi di Gaza belum terwujud meski ketegangan di kawasan Timur Tengah mulai mereda.
"Kematian dan penderitaan tetap menjadi kenyataan sehari-hari di Gaza," ujar Fu dikutip dari Anadolu, Jumat, 19 Juni 2026.
Fu juga menyebut hampir 1.000 orang tewas akibat operasi militer Israel sejak kesepakatan gencatan senjata dicapai pada Oktober lalu. Ia mendesak Israel mencabut pembatasan bantuan kemanusiaan dan memastikan distribusi makanan, obat-obatan, bahan bakar, serta tempat perlindungan bagi warga Gaza.
Sementara itu, Kuasa Usaha Inggris untuk PBB James Kariuki mengatakan situasi kemanusiaan di Gaza masih sangat buruk. Ia juga mengecam meningkatnya kekerasan di Tepi Barat dan meminta Israel segera menghapus pembatasan akses bantuan kemanusiaan yang dinilai tidak dapat dibenarkan.
Rusia melalui Wakil Tetap Urusan Politik untuk PBB Anna Evstigneeva menyebut Gaza sedang menghadapi bencana kemanusiaan yang terus memburuk. Rusia juga memperingatkan bahwa rencana Israel untuk menguasai sebagian besar wilayah Gaza dapat menghambat upaya perdamaian di masa depan.
Di sisi lain, Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Tammy Bruce menyatakan Washington tetap berkomitmen mendukung perdamaian dan rekonstruksi Gaza. Namun, AS menilai penyebab utama penderitaan warga Gaza adalah Hamas yang disebut masih menyandera penduduk dan belum memenuhi komitmennya untuk melucuti senjata.
(Keysa Qanita)