Stasiun Semarang Tawang Dipugar, KAI Kembalikan Fasad Bersejarah

Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin. Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres.

Stasiun Semarang Tawang Dipugar, KAI Kembalikan Fasad Bersejarah

Husen Miftahudin • 30 July 2026 12:24

Semarang: PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI merampungkan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang sebagai upaya melestarikan bangunan bersejarah sekaligus meningkatkan kualitas layanan transportasi publik. Revitalisasi stasiun yang telah berusia lebih dari satu abad itu diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
 
Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin mengatakan Stasiun Semarang Tawang memiliki nilai sejarah yang panjang. Bangunan tersebut mulai dibangun pada 1911 pada masa kolonial Belanda dan mulai beroperasi pada 1914.
 
"Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang ini merupakan bagian dari upaya menjaga warisan sejarah bangsa. Bangunan ini memiliki perjalanan panjang yang turut menjadi saksi perjuangan kemerdekaan Indonesia," kata Bobby dalam peresmian Revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Kamis, 30 Juli 2026.
 
Menurut Bobby, revitalisasi dilakukan atas arahan Presiden Prabowo Subianto dan dimulai sejak tahun lalu. Seluruh pekerjaan diselesaikan dalam waktu 330 hari melalui dua tahapan.
 
Tahap pertama mencakup perbaikan fasad bagian depan beserta area hall utama. Selanjutnya, KAI merevitalisasi sisi barat dan timur bangunan dengan mengembalikan tampilannya seperti bentuk asli.
 
"Kami menggunakan referensi foto-foto lama sejak zaman Belanda. Lampu, ornamen, hingga detail arsitektur kami kembalikan seperti semula sehingga bangunan yang kini berusia 112 tahun tetap terjaga kelestarian dan jejak sejarahnya," ujar Bobby.
 

 

Angkut 3,8 juta penumpang

 
Selain menjadi bangunan bersejarah, Stasiun Semarang Tawang juga menjadi salah satu simpul transportasi utama di Jawa Tengah. Pada semester I-2026, stasiun tersebut telah melayani lebih dari dua juta penumpang, baik keberangkatan maupun kedatangan.
 
Sementara itu, sepanjang 2025 jumlah penumpang mencapai sekitar 3,8 juta orang. Bobby menyebut jumlah pengguna jasa kereta api di stasiun tersebut meningkat lebih dari 22 persen setiap tahun.
 
"Stasiun ini menjadi lokasi yang sangat strategis untuk mendukung mobilitas masyarakat, transportasi, serta menunjang sektor pariwisata di Jawa Tengah," katanya.


(Stasiun Semrang Tawang. Foto: Antara)
 

Revitalisasi 120 bangunan cagar budaya

 
Bobby menambahkan KAI saat ini mengelola lebih dari 600 bangunan cagar budaya di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 120 bangunan tengah menjalani program revitalisasi dan beautifikasi.
 
Beberapa stasiun yang masuk dalam program tersebut antara lain Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Tanjung Priok, dan Stasiun Bogor. Revitalisasi ditargetkan berlangsung sepanjang tahun ini dengan mengembalikan fasad bangunan sesuai bentuk historisnya.
 
"Kami berharap Stasiun Semarang Tawang dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, memperkuat konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta menjadi contoh bahwa pembangunan masa depan dapat dilakukan tanpa melupakan akar sejarah bangsa," tutup Bobby.

(Husen Miftahudin)