Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik. Foto: Press TV
Iran: AS Tidak Lagi Bisa Dikte Kebijakan pada Negara Merdeka
Fajar Nugraha • 29 April 2026 16:12
Bishkek: Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran menyatakan bahwa Amerika Serikat (AS) saat ini tidak lagi berada dalam posisi untuk mendiktekan kebijakannya kepada negara-negara merdeka.
Realitas ini dinilai telah dibuktikan kepada dunia melalui ketangguhan rakyat dan angkatan bersenjata Iran.
Brigadir Jenderal Reza Talaei-Nik menyampaikan hal tersebut setibanya di Bishkek, Kirgistan, untuk menghadiri pertemuan Menteri Pertahanan Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO). Ia menekankan pentingnya melanjutkan jalur kekuatan militer Iran dan perlawanan rakyatnya di kancah internasional.
“Amerika Serikat tidak lagi berada dalam posisi untuk mendiktekan kebijakannya kepada negara-negara merdeka,” tegas Talaei-Nik, seperti dikutip Press TV, Rabu, 29 April 2026.
Ia menambahkan bahwa ketahanan rakyat dan militer Iran telah mengungkap fakta tersebut kepada dunia. Menurutnya, Amerika Serikat pada akhirnya harus menerima kenyataan untuk meninggalkan tuntutan-tuntutan mereka yang dianggap ilegal dan tidak rasional.
Talaei-Nik lebih lanjut menyatakan bahwa dunia kini mengenali Amerika Serikat dan rezim Israel sebagai simbol terorisme negara. Ia menyebut kejahatan dalam pembantaian warga sipil yang tidak berdosa, khususnya anak-anak dan siswa di sekolah Minab, telah menghancurkan kredibilitas dunia Barat terkait nilai-nilai yang selama ini mereka klaim.
Ketegangan ini merujuk pada babak baru agresi militer AS dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari lalu. Agresi tersebut menyebabkan gugurnya Pemimpin Revolusi Islam saat itu, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, serta ratusan warga sipil Iran dan beberapa komandan militer senior. Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rentetan rudal dan pesawat tanpa awak ke wilayah pendudukan Israel serta pangkalan militer AS di kawasan tersebut.
Juru bicara Kemenhan Iran tersebut menegaskan kembali kesiapan penuh angkatan bersenjata Iran untuk menghadapi setiap salah kalkulasi dari musuh. Saat ini, Iran mengatakan kesiapannya untuk berbagi kapabilitas pertahanan dan militer dengan negara-negara merdeka, terutama negara-negara anggota SCO.
Ia mendeskripsikan SCO sebagai manifestasi keinginan bangsa-bangsa dan pemerintah untuk beralih dari sistem unipolar yang tidak adil menuju dunia multipolar. Segera setelah tiba di Bishkek, Talaei-Nik mengadakan pertemuan terpisah dengan para menteri pertahanan dari Kirgistan, Rusia, Pakistan, dan Belarusia yang merupakan anggota kunci dan berpengaruh dalam organisasi tersebut.
(Kelvin Yurcel)