Korea Utara Bantah Jadi Dalang Peretasan Kripto dan Serangan Siber Global

Ilustrasi peretasan. (Metrotvnews.com)

Korea Utara Bantah Jadi Dalang Peretasan Kripto dan Serangan Siber Global

Willy Haryono • 4 May 2026 08:44

Pyongyang: Pemerintah Korea Utara pada Minggu, 3 Mei 2026, membantah keras tuduhan yang menyebut negaranya terlibat dalam serangkaian peretasan mata uang kripto dan kejahatan siber berskala global.

Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri, Pyongyang menyebut tuduhan tersebut sebagai informasi palsu dan fitnah bermotif politik.

Korea Utara menilai klaim tersebut bertujuan merusak citra negara dan menjadi bagian dari kebijakan permusuhan Amerika Serikat.

“Amerika Serikat mencoba menyebarkan persepsi yang menyimpang tentang negara kami dengan menggunakan lembaga pemerintah, media patuh, dan organisasi pembuat plot untuk membicarakan ancaman siber yang sebenarnya tidak ada dari kami,” sebut pernyataan Kemenlu Korea Utara, seperti dikutip Miami Herald, Senin, 4 Mei 2026.

Pyongyang juga menuduh Washington memanfaatkan dominasi infrastruktur teknologi global untuk membangun narasi ancaman siber terhadap Korea Utara.

Korea Utara menegaskan akan mengambil langkah yang dianggap perlu guna melindungi kepentingan nasionalnya.

Selama ini, komunitas global selama bertahun-tahun terus mengaitkan kelompok Lazarus Group yang diduga terafiliasi Korea Utara dengan berbagai serangan siber besar.

Kelompok tersebut dituding berada di balik sejumlah kasus besar, termasuk peretasan Sony Pictures pada 2014, pencurian Bank Sentral Bangladesh pada 2016, serangan ransomware WannaCry pada 2017, hingga serangan terhadap berbagai platform kripto internasional.

FBI sebelumnya juga menuduh Korea Utara bertanggung jawab atas pencurian aset virtual bernilai miliaran dolar dari sejumlah bursa kripto. (Kelvin Yurcel)

Baca juga:  Seoul Tuduh Hacker Korea Utara Berusaha Retas Latihan AS-Korsel

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)