Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy. Foto: Antara.
Penasihat Khusus Presiden Minta Kesiapsiagaan Layanan Haji Ditingkatkan
Anggi Tondi Martaon • 30 April 2026 15:42
Jakarta: Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy meminta kesiapsiagaan layanan haji ditingkatkan. Hal itu disampaikan Muhadjir menyusul kecelakaan lalu lintas yang melibatkan rombongan calon jemaah haji (calhaj) Indonesia di Arab Saudi beberapa waktu lalu.
“Selama musim haji memang selalu saja ada kejadian-kejadian di luar perhitungan. Karena itu panitia, petugas, maupun dari kementerian, saya mohon untuk waspada dengan peristiwa-peristiwa seperti itu,” ujar Muhadjir dikutip dari Antara, Kamis, 30 April 2026.
Eks Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) itu menekankan pentingnya respons cepat jika terjadi insiden di lapangan. Menurut dia, langkah antisipatif sejatinya telah dilakukan oleh petugas dan kementerian, namun kecepatan penanganan harus terus ditingkatkan demi keselamatan dan kenyamanan jamaah.
Eks Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) juga menyoroti kondisi sebagian calhaj di Makkah yang menempati akomodasi berjarak sekitar 13 kilometer dari pusat kegiatan ibadah. Ia meminta adanya perhatian khusus, terutama dalam penyediaan transportasi bagi calhaj di lokasi tersebut.
Baca Juga :
Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan Usai Tur Jabal Magnet, Kemlu: Tidak Ada Korban Jiwa
Selain itu, Muhadjir mengapresiasi kebijakan pengelompokan calhaj yang kini hanya menggunakan dua syarikat (perusahaan penyedia layanan haji di Arab Saudi). Kebijakan tersebut dinilai mampu meminimalkan potensi calhaj terpisah dari kelompoknya, seperti yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya.
Muhadjir juga menilai positif penambahan layanan jalur cepat pemeriksaan dokumen keimigrasian (fast track) yang kini tersedia dari Makassar, Sulawesi Selatan. Ia berharap, layanan tersebut dapat diperluas hingga mencakup seluruh embarkasi di Indonesia pada masa mendatang.

Ilustrasi ibadah haji. Foto: Istimewa.
“Kalau bisa semuanya fast track, sehingga tidak perlu ada prosedur tambahan saat kedatangan karena semua sudah disiapkan di sini,” ujar Muhadjir.
Ia menambahkan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah berjalan sangat baik dan kooperatif dalam penyelenggaraan ibadah haji.