Beda Tipe Hantavirus di Indonesia dan MV Hondius

(M. Iqbal Al Machmudi)

Beda Tipe Hantavirus di Indonesia dan MV Hondius

M. Iqbal Al Machmudi • 11 May 2026 17:02

Jakarta: Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andi Saguni mengatakan, hantavirus di Indonsia merupakan tipe Haemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dengan strain Seoul virus. Sementara di penyebaran virus hanta di kapal pesiar MV Hondius adalah tipe Hanta pulmonary Syndrome (HPS) dengan strain Andes virus.

"Faktor risiko utama adalah kontak erat dengan tikus celurut terinfeksi maupun paparan ekstresi dan sekresinya," kata Andi dalam Konferensi Pers Kewaspadaan Penyakit Virus Hanta secara daring, Senin, 11 Mei 2026.
 


Dia mengatakan, dari tahun 2024 sampai 2026 di Indonesia ditemukan ada 23 kasus hantavirus yang tersebar di 29 provinsi. Pada tahun 2024 ada 1 kasus, kemudian 2025 ditemukan 17 kasus dan tahun ini ada, 5 kasus.

Penyakit tersebut disebabkan oleh Orthohantavirus (famili Hantaviridae dan ordo Bunyavirales). Terdapat 50 strain Orthohantavirus dan diantaranya 24 strain yang dapat menginfeksi manusia seperti seoul virus, hanta virus, andes virus, sin nombre virus, dan berbagai macam lainnya.

Penularan terjadi karena kontak dengan binatang pembawa penyakit seperti tikus dan celurut terinfeksi melalui gigitan, ekskresi dan sekresi (air liur, urin, feses) atau melalui inhalasi aerosol terhirup debu. Sementara penularan antar manusia jarang terjadi, dilaporkan terbatas hanya pada tipe HPS di Amerika Selatan karena kontak intens dan berkepanjangan.

Gejala dari tipe HFRS berupa demam, sakit kepala, nyeri badan, malaise (lemas), dan ikterik/jaundice (tubuh menguning) dengan masa Inkubasi 1-2 Minggu. 

"Sementara  HPS gejalanya  demam, nyeri badan, malaise (lemas), batuk, dan sesak napas masa Inkubasi 1-8 minggu," ujar dia.


Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Andi Saguni

Andi menjelaskan pekerjaan yang berisiko merupakan yang berkaitan dengan kontak tikus seperti petugas kebersihan, petani, pekerja konstruksi, pengendali hama, pembersih selokan, pekerja lab yang menangani binatang pembawa penyakit. Selain itu aktivitas di area berisiko seperti di gudang lama, area terbengkalai, ruang bawah tanah, wilayah dengan populasi tinggi tikus dan curah hujan tinggi (banjir).

Tipe HPS dengan strain andes virus, yang terjadi di Amerika Selatan, menunjukkan bahwa transmisi antar manusia yang disebabkan oleh andes virus yang juga terjadi di kapal pesiar MV Hondius tersebut. Sebab, tipe strain ini dapat terjadi penularan terbatas pada kontak intens dan berkepanjangan.

"Tetapi saya perlu sampaikan di sini bahwa untuk tipe HFRS, yang terjadi di Asia maupun Eropa, termasuk yang sudah ada kasusnya sejak tahun 1991 di Indonesia, itu belum ada bukti terjadi penularan antar manusia," tukasnya. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Gabriella Thesa Widiari)