Pramono Minta Pembangunan PLTSa Segera Ditindaklanjuti

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Antara.

Pramono Minta Pembangunan PLTSa Segera Ditindaklanjuti

Anggi Tondi Martaon • 5 May 2026 17:19

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup serta Asisten Pembangunan DKI Jakarta agar segera menindaklanjuti pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Hal itu disampaikan Pramono merespons penandatanganan kesepakatan kerja sama antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Danantara Indonesia terkait percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau PLTSa.

“Tahap berikutnya adalah kita menentukan kontraktor, dan kemudian kapan segera bisa dimulai. Saya sudah langsung memanggil Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Asisten Pembangunan untuk segera ditindaklanjuti,” kata Pramono dikutip dari Antara, Selasa, 5 Mei 2026.

Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan PLTSa tersebut dibangun di Bantar Gebang, Kamal Muara, dan Sunter dengan kapasitas masing-masing 2.500 hingga 3.000 ton sampah.

Sebelumnya, CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani memperkirakan nilai investasi pembangunan fasilitas PSEL di Jakarta dengan total kapasitas 8.000 ton per hari mencapai sekitar 1 miliar dolar AS. Dia menyebutkan kebutuhan investasi pengolahan berkisar Rp2 triliun setiap 1.000 ton sampah per hari.

"Kalau saya bicara 8.000 (ton per hari), investasinya kurang lebih 1 billion USD (1 miliar dolar AS)," kata Rosan.

Dia menambahkan proyek PSEL di Jakarta diharapkan mulai beroperasi pada awal 2028. Menurut dia, kapasitas fasilitas yang dibangun itu dapat berpotensi melebihi 8.000 ton per hari untuk mengolah timbunan sampah lama di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Ilustrasi sampah. Foto: Medcom.id.

Teknologi yang digunakan, jelas Rosan, memungkinkan pengolahan sampah tanpa pemilahan awal. Seluruh sampah, termasuk sampah lama, dapat langsung diolah tanpa proses pemisahan.

"Kalau dari teknologi yang kita sudah terapkan, ini tidak perlu dipisahkan. Jadi, bisa langsung, begitu, karena kita juga melihat environment-nya, kemudian masalah bau, masalah lahan, kita juga sangat memperhatikan itu semua," ungkap Rosan. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)