Suhu di Makkah Capai 40 Derajat Celsius, Jemaah Lansia Diimbau Salat di Hotel

Ilustrasi suhu ekstrem. Foto: Medcom.id.

Suhu di Makkah Capai 40 Derajat Celsius, Jemaah Lansia Diimbau Salat di Hotel

Akmal Fauzi • 5 May 2026 21:46

Jakarta: Jemaah haji Indonesia, terutama lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas, diimbau tidak memaksakan diri salat berjamaah di Masjidil Haram. Sebab, suhu di Makkah tembus di atas 40 derajat Celsius.

Pelaksana Bimbingan Ibadah (Bimbad) Daerah Kerja Mekah, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Abdul Aziz Siswanto, mengatakan keinginan menunaikan salat lima waktu di Masjidil Haram merupakan hal yang wajar bagi setiap jemaah. Namun, kondisi fisik tetap harus menjadi pertimbangan utama.

Menurut dia, jika kondisi tubuh tidak memungkinkan, jemaah cukup melaksanakan salat berjamaah di musala hotel.

"Tadi sudah kami sampaikan, seluruh wilayah Tanah Haram ini memiliki keutamaan Masjid Al-Haram, yaitu kita beribadah salat di sini pahalanya 100 ribu kali," kata Siswanto dikutip dari Media Indonesia, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menekankan pentingnya peran petugas bimbad di sektor maupun kloter untuk terus mengedukasi jemaah, khususnya yang berkebutuhan khusus, agar mengutamakan prinsip hifzun nafs atau menjaga keselamatan jiwa.

"Jangan sampai kita hanya mengikuti hawa nafsu, kuatirnya kita ibadah itu pemuja setan, bukan pemuja Allah itu. Kenapa? Karena kita memuja nafsu kita. Pengennya ke sana, tiap salat. Tidak salah, kalau memang fisiknya memungkinkan," kata Siswanto.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi Bimbingan Ibadah (Kasi Bimbad) dan KBIHU Daker Mekah PPIH Arab Saudi, Erti Herlina. Ia menegaskan menjaga keselamatan jiwa merupakan kewajiban yang harus diutamakan dibanding memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram saat kondisi tidak mendukung.

"Kita di sini itu mau beribadah, tetapi kalau tanpa aturan itu juga sulit untuk dilaksanakan," kata Erti.

Menurut Erti, pelaksanaan ibadah tidak hanya berkaitan dengan pemahaman ritual, tetapi juga harus mempertimbangkan kondisi kesehatan, rute perjalanan, hingga aspek keamanan.

Ilustrasi haji. Foto: Istimewa.

Ia mengingatkan, jemaah lansia, disabilitas, maupun yang kurang sehat berisiko mengalami kesulitan jika memaksakan diri ke Masjidil Haram, terutama saat perjalanan pulang.

"Walaupun sudah ada bus shalawat, tetap harus dengan bimbingan. Tidak bisa sekali jalan mereka bisa hafal, seperti itu. Nah ini kadang kondisi ini menguras tenaga," kata Erti.

Oleh karena itu, ia meminta jemaah mengatur waktu dengan bijak, termasuk menentukan kapan dapat beribadah di Masjidil Haram dan kapan cukup melaksanakan salat berjamaah di hotel.

"Sekali lagi dengan tetap memperhatikan kesehatan, keamanan dan juga keselamatan," kata Erti.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggi Tondi)