Lokomotif uap Richard Trevithick pada 1804 menjadi tonggak awal sejarah kereta api. (shrewsburysteamrally)
Mengenal Kereta Api Pertama yang Membawa Dunia Memasuki Era Transportasi Modern
Muhammad Reyhansyah • 15 September 2026 12:23
Jakarta: Jauh sebelum kereta cepat melaju dengan kecepatan ratusan kilometer per jam, sebuah lokomotif uap kecil di Wales, Inggris, mencatat tonggak penting dalam sejarah transportasi dunia.
Lokomotif yang dibangun oleh insinyur Richard Trevithick itu menjadi lokomotif uap pertama yang berjalan di atas rel. Pada 21 Februari 1804, mesin tersebut melakukan perjalanan di jalur Merthyr Tramway, Wales, dengan menarik lima gerbong yang mengangkut batu bara dan puluhan orang.
Mengutip laman resmi Guinness World Records, Selasa, 15 September 2026, lokomotif itu dibangun di Penydarren Iron Works, Merthyr Tydfil, dan dirancang sebagai mesin uap bertekanan tinggi. Pada perjalanan pertamanya, lokomotif tersebut mengangkut 10 ton batu bara dan 70 orang sejauh 9,5 mil atau sekitar 15,2 kilometer.
Perjalanan tersebut menjadi salah satu tonggak awal perkembangan kereta api bertenaga uap, teknologi yang kemudian mengubah cara manusia mengangkut barang dan bepergian.
Sebelum membangun lokomotif di Penydarren, Trevithick telah mengembangkan mesin uap bertekanan tinggi yang digunakan untuk menggerakkan berbagai peralatan industri.
Berbeda dari mesin uap bertekanan rendah yang banyak digunakan pada masa itu, rancangan Trevithick memungkinkan mesin dibuat lebih ringkas dan menghasilkan tenaga yang lebih besar.
Pada 1803, ia mulai mengembangkan lokomotif yang dipasang di atas roda untuk digunakan di jalur kereta api industri. Lokomotif tersebut kemudian diuji di Penydarren Iron Works, salah satu pusat industri besi di Wales.
Mesin itu dirancang untuk mengangkut hasil produksi besi dan batu bara dari kawasan industri menuju jalur kanal. Penggunaan tenaga uap di atas rel menjadi terobosan penting karena sebelumnya pengangkutan di jalur tersebut mengandalkan gerbong yang ditarik kuda.
Menarik Puluhan Orang dengan Lima Gerbong
Pada perjalanan bersejarahnya, lokomotif Trevithick menarik lima gerbong yang membawa 10 ton batu bara dan 70 orang.Lokomotif itu menempuh jarak sekitar 15,2 kilometer dari Penydarren Iron Works menuju jalur kanal di Abercynon, Wales. Kecepatan yang dicapai sekitar 5 mil per jam atau 8 kilometer per jam.
Meski kecepatannya jauh di bawah kereta modern, perjalanan tersebut membuktikan bahwa tenaga uap dapat digunakan untuk menggerakkan kendaraan di atas rel dan membawa muatan dalam jumlah besar.
Keberhasilan itu menjadi tonggak penting dalam perkembangan lokomotif uap, yang kemudian menjadi dasar bagi sistem kereta api modern.
Namun, perjalanan bersejarah tersebut tidak langsung membawa lokomotif uap menjadi moda transportasi yang siap digunakan secara luas.
Lokomotif Trevithick memiliki berat sekitar lima ton. Beban tersebut ternyata terlalu berat untuk rel besi yang digunakan di jalur Merthyr Tramway.
Rel yang terbuat dari besi cor rusak akibat beban lokomotif. Setelah beberapa kali perjalanan, lokomotif tersebut tidak lagi digunakan sebagai kendaraan pengangkut dan kemudian diubah menjadi mesin stasioner untuk menggerakkan peralatan pabrik.
Kegagalan itu menunjukkan bahwa pengembangan kereta api tidak hanya bergantung pada kemampuan mesin, tetapi juga pada kekuatan infrastruktur yang menopangnya.
Dari Wales Menuju Era Kereta Api Modern
Meskipun lokomotif Trevithick tidak bertahan lama dalam operasi pengangkutan, eksperimen tersebut membuktikan bahwa tenaga uap dapat digunakan untuk menggerakkan kendaraan di atas rel.Perkembangan teknologi lokomotif kemudian berlanjut melalui berbagai eksperimen dan penyempurnaan desain. Pada 1825, George Stephenson mengembangkan Locomotion No. 1 yang digunakan dalam pembukaan Stockton and Darlington Railway di Inggris.
Perjalanan tersebut menjadi tonggak penting lain karena menandai penggunaan lokomotif uap untuk mengangkut penumpang di jalur kereta api umum.
Dari eksperimen awal Trevithick hingga perkembangan kereta api modern, teknologi perkeretaapian terus mengalami perubahan. Kereta api kemudian berkembang menjadi salah satu sarana transportasi penting untuk menghubungkan wilayah industri, pusat perdagangan, dan kota-kota di berbagai negara.
Sejarah tersebut menunjukkan bahwa perkembangan kereta api tidak dimulai dari mesin yang sempurna. Ia bermula dari eksperimen yang menghadapi keterbatasan teknologi, tetapi membuka jalan bagi perubahan besar dalam transportasi dunia.
Baca juga: Sejarah Jalur Rel Kereta Api Pertama di Indonesia