Aksi bersih sungai Cisadane dengan melibatkan sejumlah perwakilan. Dokumentasi/ istimewa.
Menjelang World Cleanup Day, Kepedulian terhadap Sungai Cisadane Kembali Digaungkan
Deny Irwanto • 19 September 2026 22:03
Tangerang: Sehari menjelang peringatan World Cleanup Day pada 20 September, Sungai Cisadane menjadi ruang bagi berbagai pihak untuk kembali melihat persoalan sampah dari dekat. Aksi bersih sungai digelar bersama Banksasuci hari ini, dengan melibatkan sejumlah perwakilan unit bisnis untuk mengumpulkan sampah sekaligus mengenali kondisi lingkungan di sekitar sungai.
Kegiatan bertajuk Cisadane River Clean-Up tersebut menjadi bagian dari inisiatif Impactful Ecosystem yang mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.
"Dengan semangat yang ada di kaus kita, Impactful Ecosystem. Yang akan kita lakukan hari ini merupakan sebuah langkah kecil, pastinya, dari sebuah komitmen di JHL Group untuk bisa membawa dampak baik itu sosial, ekonomi, budaya, maupun dampak terhadap lingkungan terutama lingkungan di mana kita berada dan melakukan aktivitas kita sehari-hari," kata CEO JHL Group, Venny Fransisca, di Tangerang, Sabtu, 19 September 2026.
Venny menjelaskan kepedulian terhadap lingkungan perlu dilakukan secara konsisten dengan melibatkan berbagai pihak. Hal itu dinilai penting agar persoalan lingkungan yang ditemukan di sekitar masyarakat tidak hanya menjadi bahan pembahasan, tetapi juga mendapat perhatian melalui aksi nyata.

Aksi bersih sungai Cisadane dengan melibatkan sejumlah perwakilan. Dokumentasi/ istimewa.
“Kepedulian terhadap lingkungan tidak cukup hanya menjadi sebuah gagasan. Kita perlu hadir dan mengambil bagian secara langsung, terutama pada persoalan yang kita temui di sekitar kita. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak JHL Folks untuk melihat bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan konsistensi dan kolaborasi," jelasnya.
Selain membersihkan area sungai, sampah yang dikumpulkan dalam kegiatan tersebut juga dipilah dan ditimbang. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui jenis serta volume sampah yang berhasil diangkat dari kawasan sungai.
Banksasuci turut menangani pengangkutan dan pengelolaan sampah setelah kegiatan berlangsung. Material yang masih memungkinkan untuk dimanfaatkan kembali diarahkan ke proses daur ulang.
Perwakilan Banksasuci, Ade, mengatakan upaya menjaga sungai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan. Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga kebiasaan dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.
"Menjaga sungai bukan pekerjaan yang bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Ketika komunitas, perusahaan, dan masyarakat dapat bergerak bersama, kita tidak hanya membersihkan sampah yang terlihat, tetapi juga membangun kesadaran tentang bagaimana sampah harus dikelola sejak dari sumbernya. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang berkelanjutan bagi Sungai Cisadane dan masyarakat di sekitarnya," ungkapnya.
Membangun Kepedulian terhadap Sungai
Kegiatan Cisadane River Clean-Up menjadi bagian dari upaya membangun Impactful Ecosystem melalui keterlibatan karyawan, komunitas, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap lingkungan. Pendekatan tersebut tidak hanya menempatkan kegiatan bersih sungai sebagai aktivitas sesaat, tetapi juga mendorong kepedulian yang dapat terus dilakukan setelah kegiatan berakhir.
Venny juga menyampaikan dukungan lanjutan terhadap kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan Sungai Cisadane.
"Nantinya JHL Group siap memberikan dukungan untuk kebutuhan tim Ranger Cisadane Banksasuci pada kegiatan yang selaras dengan visi misi perusahaan dalam menjaga kelestarian lingkungan di Sungai Cisadane," ungkap Venny.
Berlangsung menjelang World Cleanup Day, aksi di Sungai Cisadane menjadi pengingat bahwa persoalan sampah membutuhkan perhatian secara konsisten. Membersihkan sungai dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan memilah dan mengelola sampah sekaligus menjaga ekosistem yang berhubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.