Ilustrasi Pexels
Ciri dan Dampak Bediding, Fenomena Cuaca yang Terjadi di Sejumlah Wilayah
Muhamad Marup • 4 June 2026 17:47
Jakarta: Sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi terdampak fenomena Bediding. Sebagai contoh, Malang Raya diprediksi akan mengalami Bediding hingga September 2026.
Istilah Bediding bukan merupakan bahasa ilmiah. Masyarakat jawa menggunakan istilah tersebut untuk merujuk pada kondisi suhu udara dingin yang terjadi di tengah musim kemarau
Mengutip laman resmi Universitas Airlangga, Bediding merupakan kondisi yang normal dan umumnya terjadi di setiap tahun. Meski begitu, Bediding juga bisa mengganggu kesehatan warga serta mengganggu pertanian dan peternakan.
Baca Juga :
Ciri-Ciri Bediding
Mengutip @infobmkg, Bediding merupakan kondisi udara dingin yang menusuk dari malam hingga pagi hari di musim kemarau. Kondisi tersebut lazim terjadi di wilayah pegunungan dan dataran tinggi seperti Dataran Tinggi Dieng, juga wailayah lainnya di Jawa, Bali, NTB, dan NTT.Pada skala lokal, langit cenderung cerah tanpa tertutup awan. Kondisi ini memungkinkan panas dari permukaan bumi lepas dengan mudah ke atmosfer melalui radiasi.
Selain itu, kelembapan udara yang rendah saat kemarau mengakibatkan tidak adanya "selimut alami" yang menahan panas. Ini memperkuat pendinginan, membuat suhu turun drastis menjelang pagi.
Pada skala regional, musim kemarau dipengaruhi oleh Angin Monsun Timur yang berasal dari Australia. Angin ini membawa massa udara kering dan dingin sehingga memperkuat efek pendinginan suhu, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan.
Meski pagi terasa dingin, suhu pada siang hari lebih terik karena langit cerah memungkinkan radiasi matahari langsung memanaskan permukaan bumi. Kondisi perbedaan suhu ini merupakan ciri khas musim kemarau.
Dampak Bediding
Dalam kondisi Bediding, kelembapan akan cenderung menurun. Kelembapan yang menurun menyebabkan tubuh terasa kering sehingga lebih sering mengalami kahausan.Hal ini dapat mengganggu kesehatan pernapasan. Kondisi tubuh yang tidak bugar berpotensi memperparah gangguan ini.
Bediding juga dapat mengakibatkan kondisi kulit menjadi kering.
Pencegahan dan penanganan
Masyarakat tidak perlu merasa khawatir berlebihan dengan fenomena Bediding ini. Meski demikian, sikap waspada tetap diperlukan dengan melakukan berbagai antisipasi sebagai berikut:- Konsumsi air putih yang cukup
- Konsumsi buah dan sayur
- Konsumsi vitamin A, C, dan E
- Penggunaan pelembab kulit
Potensi gangguan pertanian dan peternakan

Ilustrasi Pexels
Melansir antaranews.com, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Jawa Timur menyatakan Bediding memberikan dampak terhadap pertanian dan peternakan.
Untuk pertanian hal yang perlu diwaspadai, yakni embun es di daerah dataran tinggi dan dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman sayuran, bunga serta tanaman hortikultura.
Kemudian, pada peternakan mampu menyebabkan hewan ternak mengalami kondisi stres, bahkan memicu penyakit hingga kematian.