Pasokan Pangan Lokal Dinilai Memperkuat Program MBG

Ilustrasi Makan Bergizi Gratis (MBG). Branda Antara

Pasokan Pangan Lokal Dinilai Memperkuat Program MBG

Achmad Zulfikar Fazli • 30 January 2026 15:40

Jakarta: Langkah pemerintah mendorong pasokan pangan lokal untuk masuk dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tepat. Hal ini dapat menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah

Dengan mengandalkan rantai pasok dari peternakan rakyat dan komoditas pangan lokal, program ini tidak hanya memastikan pemenuhan standar gizi nasional, tetapi juga memberdayakan masyarakat lokal secara inklusif dan bertahap melalui sinergi kebijakan yang lebih efisien.
 
“Menurut saya MBG ini suatu ide yang revolusioner, meski dalam tataran implementasi masih perlu evaluasi,” ujar Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, dalam keterangannya, Jumat, 30 Januari 2026.
 
Wijayanto melihat MBG mampu mendorong ekonomi nasional. Namun, menurut dia, perlu kajian lebih lanjut untuk mengetahui potensi dampak maksimal dari program MBG ini kedepannya. 
 
Dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang lebih mudah diakses, segar, dan harganya relatif stabil akan menjamin keberlanjutan program ini. Apabila implementasi di tingkat lokal mampu dilakukan secara masif, terukur, dan tertarget, tingkat kesuksesan program untuk mencapai hasil yang diinginkan bisa lebih terpenuhi. 
 

Intervensi Pemenuhan Gizi


Analis Kebjiakan Ahli Muda, Kementerian Kesehatan, dr. Agus Triwinarto, melihat potensi pemanfaatan pangan lokal untuk pemenuhan pasokan harian MBG akan menjamin keberlangsungan program.
 
“Dengan peningkatan keragaman pangan lokal, dan penjaminan keamanan pangan dan makanan higienis, MBG yang diberikan memang akan sesuai dengan kecukupan gizi,” ujar Agus.


Ilustrasi pangan. MI
 
Baca Juga: 

BGN: SPPG Dilarang Tolak Pasokan UMKM, Petani, dan Peternak Kecil


Kombinasi antara implementasi pengawasan keamanan pangan, higienitas, keragaman pangan lokal yang bernutrisi, juga ketepatan sasaran program diyakini akan mampu mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.  
 
Desain program MBG yang telah menyasar 55,1 juta penerima manfaat setiap hari memang merupakan upaya intervensi pemerintah untuk memenuhi gizi masyarakat. Guna mewujudkan generasi emas Indonesia 2045, sekaligus menurunkan prevalensi stunting, sasaran diperluas dari yang awalnya siswa sekolah, ke ibu hamil, menyusui, dan bayi di bawah dua tahun.
 
Ketua Tim Kerja Gizi Kementerian Kesehatan, Yuni Zahraini, menyampaikan untuk intervensi spesifik, utamanya dalam upaya mencegah stunting dan masalah gizi lainnya, ada tiga sasaran pokok, yaitu remaja putri, ibu hamil, dan balita.

“Harapannya melalui MBG ini, intervensi gizinya akan menggantikan satu kali porsi makan yang berkualitas. Didukung dengan MBG yang kaya protein hewani, program intervensi gizi ini bisa saling melengkapi,” ujar dia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Achmad Zulfikar Fazli)