Pendekatan Diplomasi Prabowo di AS Dinilai Sangat Efektif

Presiden Prabowo Subianto turun dari pesawat Garuda Indonesia PK-GIF setelah mendarat di Pangkalan Militer (Joint Base) Andrews, Prince George's County, Maryland, Selasa, 17 Februari 2026. ANTARA/Hafidz Mubarak A

Pendekatan Diplomasi Prabowo di AS Dinilai Sangat Efektif

Fachri Audhia Hafiez • 18 February 2026 20:28

Jakarta: Pendekatan diplomasi Presiden Prabowo Subianto yang diibaratkan 'mengalir tetapi tidak hanyut' dinilai sangat efektif. Khususnya dalam menjaga kepentingan nasional di tengah dinamika global.

"Bebas aktif bukan sekadar posisi netral, melainkan strategi yang memberi ruang interaksi dengan berbagai aktor internasional sembari mempertahankan preferensi normatif dan kepentingan domestik. Inilah makna pendekatan 'mengalir tetapi tidak hanyut' yang sedang dijalankan Presiden," kata Wakil Ketua Umum Golkar, Idrus Marham, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu, 18 Februari 2026.
 


Menurutnya, orientasi nasionalisme Prabowo berakar kuat pada kepentingan negara. Pendeketan ini diyakini bukan kalkulasi politik jangka pendek.

Dia memandang keikutsertaan Presiden dalam berbagai forum internasional, termasuk pertemuan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump, sebagai langkah strategis untuk meningkatkan daya tawar Indonesia. Diplomasi ini diharapkan membuka akses kerja sama ekonomi, transfer teknologi, serta memperkuat arsitektur keamanan kolektif tanpa mengorbankan independensi nasional.

"Negara yang konsisten dalam orientasi ideologis luar negerinya akan dipandang sebagai aktor yang dapat diprediksi dan dipercaya. Diplomasi yang menggabungkan pragmatisme rasional dengan prinsip normatif mampu memperkuat legitimasi eksternal sekaligus kohesi domestik," ucap Idrus.

Idrus menegaskan bahwa stabilitas dukungan domestik dari partai koalisi ikut berkontribusi. Terutama saat berhadapan dengan kepentingan negara besar dalam isu perdagangan dan pertahanan.

"Diplomasi bebas aktif yang tegas dan terukur akan memperkuat daya tawar Indonesia sekaligus menjaga kedaulatan nasional di tengah rivalitas geopolitik global. Konsolidasi dukungan politik domestik penting agar kebijakan luar negeri berjalan dengan kuat dan berkelanjutan," ucap Idrus.


Wakil Ketua Umum Golkar, Idrus Marham. Foto: Dok. Istimewa.

Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Washington DC, Amerika Serikat. Kepala Negara dijadwalkan menghadiri tiga agenda. 

Pertama, Prabowo akan melakukan pertemuan dengan kelompok pebisnis Amerika Serikat pada Rabu, 18 Februari 2026 waktu setempat. Kedua, Prabowo bakal menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza pada Kamis, 19 Februari 2026 waktu setempat.

Ketiga, Prabowo diagendakan menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Salah satu agenda pertemuan ini ialah menandatangani perjanjian perdagangan timbal balik (agreement on reciprocal trade/ART), yang negosiasinya telah berjalan sejak 2025.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)