Ukraina Hantam Dua Kilang Minyak Rusia dengan Senjata Jarak Jauh

Perang Rusia-Ukraina telah meletus sejak Februari 2022. Foto: Anadolu

Ukraina Hantam Dua Kilang Minyak Rusia dengan Senjata Jarak Jauh

Muhammad Reyhansyah • 29 June 2026 11:44

Kyiv: Ukraina melancarkan serangan menggunakan senjata jarak jauh terhadap dua kilang minyak utama Rusia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan tersebut menyasar kilang minyak Slavyansk di wilayah Krasnodar serta satu fasilitas minyak lainnya di wilayah Yaroslavl.

Dalam unggahan di media sosial X, Minggu, 28 Juni 2026, Zelensky turut membagikan rekaman video yang memperlihatkan kobaran api dan kepulan asap tebal dari lokasi yang diklaim menjadi sasaran serangan.

Menurut Zelensky, serangan tersebut merupakan bagian dari upaya Ukraina melemahkan kemampuan Rusia dalam melanjutkan perang.

"Kami terus menjalankan operasi yang melemahkan kemampuan Rusia untuk melanjutkan perang ini. Setiap serangan jarak jauh berarti semakin sedikit sumber daya yang menopang mesin perang Rusia dan menjadi satu langkah lebih dekat menuju perdamaian," kata Zelensky, dikutip dari UPI.

Ia menambahkan, serangan itu merupakan kelanjutan dari kampanye selama 40 hari yang menargetkan infrastruktur energi Rusia guna meningkatkan tekanan terhadap Moskow agar kembali ke meja perundingan.

Di Moskow, Presiden Rusia Vladimir Putin mengakui serangan jarak jauh Ukraina telah memengaruhi kehidupan masyarakat Rusia. Namun, ia menegaskan negaranya memiliki kemampuan untuk menghadapi situasi tersebut.

Dalam pidatonya di Kongres ke-23 Partai Rusia Bersatu, Putin berjanji akan memperkuat sistem keamanan dan pertahanan Rusia.

"Rusia dengan percaya diri mampu menggagalkan setiap upaya untuk menghambat kemajuan kami. Kami memiliki sumber daya, kemampuan, dan kemauan politik yang memadai, dan tidak seorang pun seharusnya meragukan hal itu," ujar Putin.

Meski tidak menyinggung secara langsung laporan mengenai kelangkaan bahan bakar di sejumlah wilayah Rusia, Putin menegaskan pemerintah akan terus memastikan keamanan negara di tengah meningkatnya serangan jarak jauh dari Ukraina.

(Fajar Nugraha)