Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Foto: Dok istimewa
Bahlil Genjot Produksi Minyak dalam Negeri
Eko Nordiansyah • 25 June 2026 14:55
Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan saat ini pemerintah berupaya meningkatkan produksi minyak mentah atau lifting dalam negeri, agar dapat mengurangi impor.
"Ada tiga pendekatan yang akan kita lakukan untuk meningkatkan lifting minyak," kata Bahlil, saat memberi sambutan pada acara Seminar Nasional Kajian Tengah Tahun INDEF 2026, di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis, 25 Juni 2026.
Bahlil mengatakan, lifting atau produksi minyak mentah di Indonesia pernah mengalami kejayaan pada 1996-1997 dengan produksi mencapai 1,6 juta barel lebih per hari.
Sementara kebutuhan hanya 500 ribu barel per hari, sehingga Indonesia pernah melakukan ekspor minyak mentah mencapai 1,1 juta barel per hari.
Akan tetapi, kata Bahlil lagi, kondisi itu kini berbalik, dengan lifting minyak mentah pada 2025 yaitu 605 ribu-610 ribu barel per hari, sedangkan kebutuhan mencapai 1,6 juta barel per hari.
.jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Impor minyak jadi pilihan
Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi minyak mentah, maka kata Bahlil, saat ini Indonesia harus mengimpor minyak 1,1 juta barel per hari, semua itu dikarenakan sumur minyak yang ada sudah tua dan produktivitasnya menurun."Total sumur kita yang berfungsi, yang dikuasai oleh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S), kurang lebih sekitar 39 ribu sampai 40 ribu sumur. Dan idle well (sumur mati suri) kurang lebih sekitar 16 ribu-17 ribu sumur. Jadi itu yang ada di kita kurang lebih sekitar 18 ribu sampai 19 ribu produktif," ujar Bahlil.
Dengan kondisi tersebut, maka Kementerian ESDM berupaya meningkatkan lifting minyak dengan beberapa cara, seperti penggunaan teknologi kemudian Plan of Development (PoD) yang sudah mangkrak akan dihidupkan kembali.
Selanjutnya, Bahlil menambahkan, dalam rangka meningkatkan produksi, maka eksplorasi juga dilakukan kembali, agar cadangan minyak mentah dapat bertambah.
"Mau tidak mau-mau kita melakukan eksplorasi, kita punya sekitar 120 potensi sumur yang sekarang sudah melakukan tender eksplorasi," tambah dia.