25 Personel Brimob Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir Kendari

Personel Brimob Polda Sultra saat membantu warga mengevakuasi barang-barang yang terkena banjir di Kendari, Sulawesi Tenggara. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

25 Personel Brimob Bantu Evakuasi Warga Terdampak Banjir Kendari

Silvana Febiari • 13 May 2026 12:25

Kendari: Satuan Brigade Mobil (Satbrimob) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengerahkan 25 personel Tim SAR untuk membantu evakuasi warga terdampak banjir di Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari. Banjir tersebut terjadi akibat luapan Sungai Wanggu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Satbrimob Polda Sultra Kompol I Gusti Komang Sulastra mengatakan ketinggian air di kawasan tersebut mencapai dada orang dewasa. Kondisi itu dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bumi Anoa dalam beberapa hari terakhir.

"Kondisi ini memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat hingga masjid di dataran tinggi," kata Gusti, dilansir dari Antara, Rabu, 13 Maret 2026. 
 


Dia menyebutkan puluhan personel tersebut dikerahkan untuk membantu proses evakuasi warga dengan menggunakan perahu karet. Mereka juga turut membantu menyelamatkan barang-barang berharga milik penduduk.

"Kami mengerahkan personel untuk membantu warga, baik proses evakuasi maupun pengamanan barang agar meminimalisir kerusakan akibat terendam air," ujarnya.

Selain evakuasi, Brimob Sultra juga mengerahkan satu unit mobil water treatment guna mengatasi kesulitan air bersih di lokasi pengungsian. Fasilitas ini mampu mengolah air menjadi layak konsumsi, termasuk menyediakan layanan air panas bagi kebutuhan mendesak warga.

“Mobil water treatment ini kami operasikan untuk menyediakan air bersih dan air panas yang bisa langsung dimanfaatkan warga untuk menyeduh minuman atau makanan instan di posko,” ujar Gusti.


Kondisi banjir yang merendam rumah warga di Kendari, Sulawesi Tenggar. ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra


Untuk memastikan penanganan berjalan efektif, petugas mendirikan posko siaga di samping Jembatan Kali Wanggu. Posko ini didirikan guna memudahkan koordinasi lapangan dan mempercepat distribusi bantuan kepada masyarakat terdampak.

"Brimob akan terus bersiaga di lokasi kejadian hingga debit air benar-benar surut dan memastikan kondisi keamanan lingkungan tetap terjaga sebelum warga kembali ke kediaman masing-masing," ungkap Gusti.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)