Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat menerima kedatangan Menteri Besar Kelantan Mohd Nassuruddin Daud di Balai Kota Jakarta. ANTARA/Lifia Mawaddah Putri.
Dorong Sektor Ekonomi, DKI Berencana Buka Rute Penerbangan ke Kelantan
Gabriella Thesa Widiari • 13 May 2026 15:44
Jakarta: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka peluang kerja sama dengan Kelantan, Malaysia lewat rencana pembukaan rute penerbangan. Rute tersebut diharapkan memperkuat konektivitas serta mendorong pertumbuhan sektor perdagangan, investasi, dan pariwisata.
"Tentunya Jakarta akan menjadi tujuan baru bagi warga Kelantan maupun warga Jakarta yang ingin berkunjung ke Kelantan," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, dilansir dari Antara, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurut dia, Jakarta merupakan pasar yang sangat potensial dengan jumlah penduduk kawasan aglomerasi mencapai 42 juta jiwa. Di sisi lain, Kelantan memiliki sejumlah keunggulan, khususnya di sektor kesehatan yang dapat menjadi alternatif baru bagi warga Jakarta.
“Kalau selama ini warga Jakarta ke Malaysia, rata-rata ke Penang, mungkin Kelantan bisa menjadi alternatif baru. Salah satu kelebihan Kelantan adalah sektor kesehatannya,” jelas Pramono.
Selain sektor ekonomi dan pariwisata, Pemprov DKI Jakarta juga membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan serta pelestarian budaya. Hal ini termasuk pengembangan dan penggalian naskah Melayu kuno yang menjadi warisan sejarah kedua wilayah.
“Jakarta dan Kelantan berkomitmen membuka pintu kolaborasi di bidang investasi, pendidikan, dan kebudayaan secara lebih luas," kata Pramono.

Ilustrasi penerbangan. Foto: Medcom.id.
Sementara itu, Menteri Besar Kelantan Mohd Nassuruddin Daud menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemprov DKI Jakarta. Ia juga mengonfirmasi penerbangan langsung dari Kota Bharu ke Jakarta akan mulai beroperasi pada Juni 2026.
"Kami datang ke sini untuk mempromosikan Negeri Kelantan karena mulai 16 Juni nanti akan ada penerbangan langsung dari Kelantan ke Jakarta. Selain itu, Kelantan juga dikenal memiliki banyak pesantren dan pondok pengajian Islam sejak lama,” ujar Mohd Nassuruddin.