Siswa kelas 3 sekolah dasar (SD) Natanael Wiraatmaja meraih Juara Dunia Tingkat 2 Grand Final Neo Science Olympiad 2025 di Amerika Serikat. Metrotvnews.com/ Roni Kurniawan
Juara Dunia Sains, Siswa SD Asal Bandung Ini Diundang ke Markas NASA
Roni Kurniawan • 6 February 2026 19:12
Bandung: Seorang siswa kelas 3 sekolah dasar (SD) Natanael Wiraatmaja meraih Juara Dunia Tingkat 2 Grand Final Neo Science Olympiad 2025 yang digelar di Orlando, Amerika Serikat. Tak hanya itu, Natanael juga mendapat undangan khusus untuk mengunjungi markas Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.
Natanael yang masih duduk di bangku kelas 3 SD mengaku proses belajar yang dijalaninya tergolong sederhana. Menurutnya, materi yang dipelajari sebagian besar berkaitan dengan matematika.
"Belajarnya simpel saja. Itu semua sama matematika," kata Natanael saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Jumat, 6 Februari 2026.
Meski begitu, Natanael tak menampik soal-soal yang dihadapi dalam kompetisi tersebut cukup menantang. "Empat puluh soal, mana yang enggak susah," kata Natanael.
Siswa yang bersekolah di SD BPK Banda, Kota Bandung ini juga membenarkan bahwa dirinya mendapat kesempatan mengunjungi markas NASA. Selama berada di Amerika Serikat, Natanael menghabiskan waktu bersama sang ibu untuk mengeksplorasi berbagai tempat, termasuk menyaksikan langsung peluncuran roket.
"Jadi aku sama mama eksplor-eksplor dulu, habis itu kita lihat rocket launch," jelas Natanael.
Natanael berada di Amerika Serikat selama delapan hingga sembilan hari. Pengalaman menyaksikan roket diluncurkan secara langsung meninggalkan kesan mendalam baginya.
Ketertarikan Natanael pada dunia sains membuatnya memiliki cita-cita besar sejak dini. Natanael mengaku ingin menjadi seorang ilmuwan atau scientist di masa depan.
Sementara itu, orang tua Natanael, Novita Setiawan mengungkapkan, ketertarikan sang anak terhadap sains sudah terlihat sejak usia dini. Awalnya, Natanael mengikuti berbagai kompetisi sains yang difasilitasi sekolah.
"Awalnya ikut dari sekolah, OSM Olimpiade Sains Nasional Quad, waktu dia kelas 1 SD. Puji Tuhan, waktu itu dapat gold medal. Dari situ kami tahu memang passion-nya di sains," kata Novita.
Sejak saat itu, Natanael rutin mengikuti berbagai olimpiade sains, baik di tingkat nasional maupun internasional. Keikutsertaannya di Grand Final Neo Science Olympiad 2025 menjadi puncak dari perjalanan tersebut dan sekaligus mewakili Indonesia di Orlando, Amerika Serikat.
"Iya, betul, ini perwakilan Indonesia," ungkap Novita.
Dalam kesehariannya, waktu belajar Natanael terbilang singkat namun konsisten. Ia hanya belajar sekitar 30 menit setiap hari. "Sekitar 30 menit setiap hari. Enggak lama," ujar Novita.
Novita menilai kunci keberhasilan anaknya adalah fokus pada minat dan konsistensi. Novita menekankan proses belajar tidak selalu harus dilakukan secara serius dan kaku.
"Fokus sama apa yang dia minati, yang dia sukai, lalu konsisten. Bentuk belajarnya juga macam-macam, kadang cuma baca buku sains komik. Enggak selalu harus belajar yang serius banget," jelas Novita.
Menurut Novita, Natanael memang memiliki ketertarikan kuat pada sains, khususnya natural science, yang juga menjadi kategori lomba yang diikutinya di tingkat dunia. "Karena dari kecil memang suka belajar sains, dan kelihatannya anak ini memang tertarik di situ," ungkap Novita.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan bersama Natanael Wiraatmaja dan ibunya. Metrotvnews.com/Roni Kurniawan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan juga menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas prestasi gemilang yang diraih Natanael Wiraatmaja. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata bahwa Indonesia, khususnya Kota Bandung, memiliki talenta muda berkelas dunia di bidang sains.
Farhan menilai prestasi Natanael sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya menyiapkan generasi saintis sejak usia dini. Namun demikian, Farhan mengingatkan agar proses tumbuh kembang anak tetap menjadi perhatian utama.
"Kota Bandung sangat bangga karena menjadi tempat lahir anak luar biasa seperti Natanael. Kita membutuhkan anak-anak yang sejak awal bercita-cita menjadi saintis. Tapi saya ingin menekankan, Natanael ini masih prodigi. Biarkan ia tumbuh bahagia, melewati masa remaja dan pendewasaan dengan baik, supaya seluruh potensinya bisa berkembang optimal," ujar Farhan di Pendopo Wali Kota Bandung.
Farhan juga memberikan hadiah secara pribadi kepada Natanael berupa buku sejarah tentang revolusi Indonesia karya sejarawan Belanda. Hadiah tersebut merupakan simbol dorongan agar semangat literasi dan belajar Natanael terus terjaga.
"Semangat belajar jangan pernah berhenti. Salah satu bentuknya adalah membaca. Literasi bisa dari banyak media, termasuk digital. Yang penting, anak-anak kita tumbuh dalam ekosistem yang mendukung potensi terbaik mereka," ungkap Farhan.