Capai USD154,6 Miliar, BI: Cadangan Devisa Indonesia di Januari 2026 Tetap Tinggi

Ilustrasi Gedung Bank Indonesia. Foto: MI/Ramdani.

Capai USD154,6 Miliar, BI: Cadangan Devisa Indonesia di Januari 2026 Tetap Tinggi

Husen Miftahudin • 7 February 2026 10:14

Jakarta: Bank Indonesia (BI) menyampaikan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar USD154,6 miliar, meskipun lebih rendah dibandingkan posisi pada akhir Desember 2025 sebesar USD156,5 miliar.

"Perkembangan tersebut antara lain dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah dan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah sebagai respons Bank Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global yang meningkat," ungkap Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, dikutip dari siaran pers, Sabtu, 7 Februari 2026.

Adapun, posisi cadangan devisa pada akhir Januari 2026 setara dengan pembiayaan 6,3 bulan impor atau 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.
 

Baca juga: Daftar Bank Sentral dengan Simpanan Emas Terbesar di Dunia


(Ilustrasi cadangan devisa dalam bentuk dolar AS. Foto: Pngtree)
 

Mampu mendukung ketahanan sektor eksternal


Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Ke depan, Bank Indonesia meyakini ketahanan sektor eksternal tetap baik didukung oleh posisi cadangan devisa yang memadai serta aliran masuk modal asing sejalan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian nasional dan imbal hasil investasi yang tetap menarik.

"Bank Indonesia terus meningkatkan sinergi dengan pemerintah dalam memperkuat ketahanan eksternal guna menjaga stabilitas perekonomian untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," tegas Denny.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)