Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pidato PPTM di Kemenlu RI, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026. (YouTube / MoFA Indonesia)
'Curhat' ke Retno Marsudi, Menlu Sugiono Sebut Tiga Wamenlu Masih Kurang
Willy Haryono • 14 January 2026 17:07
Jakarta: Menteri Luar Negeri Sugiono mengapresiasi jajaran korps diplomatik Indonesia, termasuk tiga Wakil Menteri Luar Negeri, yang selama ini mendampinginya dalam tugas diplomasi internasional. Menurut menurutnya, tiga wakil ini dirasa "masih kurang."
Pernyataan tersebut disampaikan Menlu Sugiono dalam sesi Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Rabu, 14 Januari 2026.
“Ibu Retno (Marsudi), Pak Alwi (Shihab), saya melaporkan saya punya tiga Wakil Menteri. Terus terang saja di momen-momen seperti ini kita baru bisa bertemu. Masing-masing beliau ada di mana-mana dengan urusan dan tanggung jawabnya masing-masing,” ujar Menlu Sugiono dalam paparan yang diselingi tawa ringan.
Ia juga menambahkan dengan nada bercanda: “Dan sejujurnya saya merasa masih kurang tiga ini. Saya enggak tahu apakah kalau minta nambah akan diizinkan oleh pak presiden.”
Kementerian Luar Negeri saat ini dibantu oleh tiga Wakil Menteri Luar Negeri, yang ditunjuk untuk memperkuat pekerjaan diplomasi Indonesia di kancah global. Ketiganya adalah:
- Anis Matta, seorang tokoh yang membawa perspektif advokasi politik dalam hubungan luar negeri, terutama dalam konsolidasi politik luar negeri RI di dunia Islam.
- Arrmanatha Nasir, diplomat senior yang banyak menangani hubungan strategis dan multilateralisme Indonesia dengan organisasi internasional dan negara mitra. Wamenu Arrmanatha atau akrab disapa Tata fokus mengurusi diplomasi Amerika-Eropa.
- Arif Havas Oegroseno, dikenal sebagai wakil menteri luar negeri dengan fokus kuat pada diplomasi teknis dan ekonomi.
Secara umum, para Wakil Menteri Luar Negeri memiliki tugas membagi beban kerja dan menangani portofolio yang terfokus, seperti diplomasi ekonomi, hubungan bilateral/regional, diplomasi multilateral, perlindungan WNI, serta koordinasi diplomatik dengan pihak internasional.
Baca juga: Menlu Sugiono Tegaskan Peran Diplomasi Indonesia untuk Palestina dan Dunia Islam