Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. (Anadolu Agency)
WHO Sebut Dunia Menjadi Kurang Aman usai Penarikan Diri AS
Willy Haryono • 25 January 2026 09:00
Jenewa: Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus Amerika Serikat yang menarik diri dari badan kesehatan PBB tersebut, seraya memperingatkan bahwa keputusan itu akan membuat dunia menjadi kurang aman.
“Pemberitahuan penarikan diri ini membuat AS dan dunia menjadi kurang aman,” tulis Ghebreyesus melalui platform media sosial X.
Dilansir dari TRT World, Minggu, 25 Januari 2026, ia mencatat bahwa sebagai anggota pendiri, AS telah memberikan kontribusi yang “signifikan” terhadap berbagai pencapaian organisasi tersebut, serta menegaskan bahwa WHO selama ini selalu berinteraksi dengan AS dan seluruh negara anggota “dengan penghormatan penuh terhadap kedaulatan mereka.”
“Kami berharap AS akan kembali berpartisipasi secara aktif di WHO pada masa depan. Sementara itu, WHO tetap berkomitmen penuh untuk bekerja dengan semua negara dalam menjalankan misi utamanya dan mandat konstitusionalnya, yaitu mencapai standar kesehatan tertinggi yang dapat diraih sebagai hak dasar bagi semua orang,” katanya.
WHO juga menegaskan bahwa pihaknya tetap membela responsnya terhadap pandemi virus corona, sekaligus menolak klaim AS yang menyebut organisasi itu gagal dan menghambat pembagian informasi penting secara cepat dan akurat.
“Amerika Serikat juga menyatakan bahwa WHO telah ‘menjalankan agenda birokratis yang dipolitisasi dan didorong oleh negara-negara yang bermusuhan dengan kepentingan Amerika’. Ini tidak benar.
Sebagai badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diatur oleh 194 negara anggota, WHO selalu bersikap dan tetap bersikap netral serta hadir untuk melayani semua negara, dengan menghormati kedaulatan mereka, tanpa takut atau memihak,” tambah pernyataan WHO.
Pemerintah AS secara resmi telah menyelesaikan proses penarikan diri dari WHO, mengakhiri hampir 78 tahun keanggotaan, menurut pejabat AS. Penarikan diri tersebut mulai berlaku pada 22 Januari, setelah melewati masa pemberitahuan satu tahun sesuai dengan aturan internasional.
Presiden AS Donald Trump sejak lama menjadi pengkritik keras WHO, terutama selama dan setelah pandemi Covid-19.
Ia menuduh organisasi tersebut salah menangani tahap awal wabah, terlalu dekat dengan China, mengulang informasi yang tidak akurat dari Beijing, serta mempolitisasi krisis dengan menyebut larangan perjalanan AS dari China sebagai tindakan rasis.
Trump juga mengkritik apa yang ia sebut sebagai beban finansial yang tidak adil bagi AS, dengan mengatakan negaranya membayar jauh lebih besar dibandingkan negara lain, termasuk China, namun tidak mendapatkan perlakuan yang adil sebagai imbalannya.
Baca juga: AS Resmi Keluar dari WHO, Apa Dampaknya Bagi Dunia?