Rusia Belum Tentukan Sikap soal Dewan Perdamaian Gaza

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. (Anadolu Agency)

Rusia Belum Tentukan Sikap soal Dewan Perdamaian Gaza

Muhammad Reyhansyah • 21 January 2026 11:50

Moskow: Kremlin menyatakan masih terlalu dini untuk membahas kemungkinan keterlibatan Rusia dalam dewan perdamaian Gaza yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia belum mengetahui secara rinci bentuk dan cakupan inisiatif yang dipimpin Amerika Serikat tersebut, termasuk apakah dewan itu hanya akan berfokus pada Gaza atau mencakup konteks geopolitik yang lebih luas.

“Masih ada banyak pertanyaan. Kami berharap dapat memperoleh kejelasan melalui kontak dengan pihak Amerika,” ujar Peskov dalam konferensi pers, Selasa (20/1).

Ketika ditanya apakah Rusia akan diwakili dalam dewan tersebut, Peskov menegaskan bahwa pembahasan itu belum dapat dilakukan pada tahap ini.

Pernyataan tersebut disampaikan sehari setelah Peskov mengungkapkan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah menerima undangan untuk bergabung dalam badan internasional tersebut. Menurutnya, Moskow tengah mempelajari seluruh rincian proposal dan menunggu komunikasi lanjutan dengan Washington untuk mengklarifikasi berbagai aspek inisiatif tersebut. Undangan itu kemudian dikonfirmasi oleh Trump.

Pekan lalu, White House mengumumkan pembentukan Board of Peace yang disebut akan memainkan peran penting dalam pelaksanaan 20 poin rencana Trump untuk mengakhiri perang Israel di Gaza secara permanen dan membangun kembali wilayah tersebut.

Dewan itu dirancang untuk memberikan pengawasan strategis, memobilisasi sumber daya internasional, serta memastikan akuntabilitas dalam masa transisi Gaza dari konflik menuju perdamaian dan pembangunan.

Amerika Serikat juga membentuk National Committee for the Administration of Gaza, disertai Dewan Eksekutif pendiri dan Gaza Executive Board, guna mendukung fase kedua dari Rencana Komprehensif Trump untuk Mengakhiri Konflik Gaza.

Respons Moskow atas Isu Global Lain

Dalam kesempatan yang sama, Peskov turut menanggapi sejumlah isu internasional, termasuk pesan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang dibagikan Trump melalui media sosial.

Menanggapi tawaran Macron untuk menggelar pertemuan G7 di Paris yang disebut akan mengundang Rusia, Peskov mengatakan Moskow belum menerima undangan resmi terkait rencana tersebut.

Peskov juga mengomentari keputusan Moldova untuk memulai proses penarikan diri dari Commonwealth of Independent States (CIS). Menurutnya, langkah tersebut bukan hal mengejutkan karena partisipasi Moldova dalam CIS telah lama dibekukan. Ia menyatakan Rusia menyesalkan keputusan tersebut.

CIS dibentuk pada 1991 setelah runtuhnya Uni Soviet untuk mendorong kerja sama ekonomi, politik, dan keamanan. Moldova sendiri telah menangguhkan keikutsertaannya dalam berbagai forum CIS sejak 2022.

Baca juga: Mengenal Dewan Perdamaian Gaza Bentukan Trump, Apa Saja Tugasnya?

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)