Kunjungi Inggris, Prabowo Akan Bahas Transisi Hijau dan Kerja Sama Ekonomi

Presiden Prabowo Subianto saat hendak bertolak menuju Inggris di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu, 18 Januari 2026. (Antara)

Kunjungi Inggris, Prabowo Akan Bahas Transisi Hijau dan Kerja Sama Ekonomi

Willy Haryono • 20 January 2026 06:33

London: Pemerintah Inggris menegaskan komitmennya mendukung transisi hijau Indonesia melalui berbagai kerja sama konkret di bidang iklim, energi, dan pembangunan berkelanjutan, seiring kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris pekan ini.

Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari empat pilar Kemitraan Strategis Indonesia–Inggris, khususnya di sektor iklim dan alam. Ia menyebut kolaborasi telah berjalan di berbagai bidang, termasuk konservasi lingkungan dan transisi energi.

“Salah satu contohnya adalah keterlibatan Presiden dengan Yang Mulia Raja Charles III dalam mendukung konservasi gajah serta pemulihan mata pencaharian masyarakat di Sumatra dan Aceh,” ujar Dubes Jermey di London, Senin, 19 Januari 2026.

Selain itu, Inggris juga mendukung Indonesia melalui pengembangan keuangan berkelanjutan dan pembangunan hijau. Jermey menyinggung kehadiran platform MELAJU, sebuah inisiatif infrastruktur berkelanjutan yang menggabungkan keahlian dan partisipasi perusahaan-perusahaan Inggris serta dukungan pembiayaan.

Platform tersebut diarahkan untuk membantu Indonesia mewujudkan komitmen di bidang transportasi berkelanjutan, bangunan ramah lingkungan, serta pembangunan perkotaan berkelanjutan.

Di sektor energi, Inggris menyatakan dukungan terhadap target Indonesia untuk beralih dari penyumbang karbon bersih menjadi penyerap karbon bersih. Menurut Jermey, hal ini bergantung pada keberhasilan transisi energi menuju sumber energi terbarukan, yang selama ini juga didukung melalui program MENTARI.

Dalam bidang perdagangan, Inggris memandang Indonesia sebagai mitra yang sangat penting bagi kemakmuran jangka panjang kedua negara. Jermey mencatat, meskipun Indonesia merupakan ekonomi terbesar ke-16 dunia dan Inggris berada di peringkat ke-6, Indonesia saat ini baru menempati posisi ke-54 sebagai pasar ekspor Inggris.

“Angka itu tidak mencerminkan besarnya potensi kerja sama bisnis antara kedua negara,” katanya.

Untuk itu, Inggris dan Indonesia menggelar pertemuan bisnis tingkat tinggi yang dihadiri Presiden Prabowo, sekaligus meluncurkan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi antara kedua negara. Kemitraan tersebut ditandatangani pada 19 Januari 2026 oleh Menteri Koordinator Inggris untuk Bisnis dan Perdagangan Peter Kyle dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia Airlangga Hartarto.

Perjanjian ini mencakup penguatan kerja sama di sektor strategis seperti energi bersih, ekonomi digital, infrastruktur, transportasi, pendidikan, dan layanan kesehatan. Kedua negara juga sepakat bekerja sama mengatasi hambatan non-tarif, mendukung eksportir, serta mendorong investasi dua arah guna menciptakan peluang baru bagi dunia usaha.

Menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan kunjungan balasan dari Perdana Menteri Inggris ke Indonesia, Jermey mengatakan pihaknya berharap Presiden Prabowo dapat menyampaikan undangan resmi agar kunjungan tersebut dapat terwujud.


Penandatanganan Kemitraan Pertumbuhan Ekonomi RI-Inggris

Baca juga: Tiba di London, Prabowo Dijadwalkan Bertemu PM Keir Starmer hingga Raja Charles III

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)