Karhutla di Bengkalis Mulai Mendekati Permukiman Warga

Tim Manggala Agni ketika memadamkan api karhutla yang sudah mulai mendekati pemukiman warga di Desa Kembung Luar, Kabupaten Bengkalis. ANTARA/HO-Manggala Agni

Karhutla di Bengkalis Mulai Mendekati Permukiman Warga

Whisnu Mardiansyah • 8 April 2026 12:14

Pekanbaru: Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatra (BPKHWS) menghalau api kebakaran lahan yang mengarah mendekati permukiman warga di Desa Kembung Luar, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Kepala BPKHWS, Ferdian Krisnanto, mengatakan operasi tersebut dilakukan pada malam hari. Warga setempat meminta bantuan untuk pengamanan dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Tim berhasil mengamankan beberapa rumah warga yang terancam terdampak kebakaran. Operasi dilakukan malam hari dikarenakan warga meminta bantuan pengamanan," kata Ferdian dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru seperti dilansir Antara, Rabu, 8 April 2026.

Untuk karhutla di wilayah tersebut, proses pendinginan masih dilakukan oleh satu regu Daerah Operasi (Daops) Siak. Kegiatan pendinginan dilanjutkan untuk memastikan karhutla tuntas dan tidak ada lagi potensi api.
 


Di sekitar Desa Kembung Luar, terdapat tiga desa lain yang mengalami karhutla. Desa Palkun di Kecamatan Bengkalis ditangani satu regu Daops Pekanbaru. Saat ini masih dilakukan pendinginan untuk memastikan potensi api benar-benar habis.

Pada daerah awal terjadinya karhutla, yakni Desa Sekodi, dinyatakan sudah padam. Desa tersebut ditangani satu regu Daops Siak. Pemadaman telah berlangsung selama lima hari. Berdasarkan evaluasi, api di lokasi itu sudah padam.


Ilustrasi karhutla. Foto: Dok. Media Group Network (MGN).

Satu lokasi lainnya adalah Desa Kelemantan Barat di Kecamatan Bengkalis. Desa ini juga ditangani satu regu Daops Siak. Pelaksanaan pemadaman masih perlu dilanjutkan mengingat kondisi bahan penyebab kebakaran yang padat.

"Lokasi masih banyak akasia yang menjadi bahan bakar potensial. Jadi pemadaman dilanjutkan kembali," ucap Ferdian Krisnanto, Rabu, 8 April 2026.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)