BNPB Catat Pengungsi Gempa NTT Bertambah 16 Ribu Jiwa

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Simanjuntak. (tangkapan layar)

BNPB Catat Pengungsi Gempa NTT Bertambah 16 Ribu Jiwa

Lukman Diah Sari • 29 August 2026 16:36

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah pengungsi korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah hingga belasan ribu jiwa pada Sabtu, 29 Agustus 2026. Penambahan ini terjadi akibat adanya pembaruan dan validasi data di lapangan.

"Hari ini kami mendapatkan tambahan jumlah pengungsi sebesar 16.394 orang," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Simanjuntak, dalam keterangan resminya, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Berton mengungkapkan, jumlah pengungsi sempat tercatat berkurang pada dua hari sebelumnya. Namun, angkanya kembali melonjak hari ini menyusul adanya pemutakhiran data, khususnya di Kabupaten Ngada.

"Setelah dilakukan validasi, di Ngada yang tadinya hanya 3.259 orang, sekarang menjadi 21.552 orang pengungsi. Jadi pengungsi-pengungsi yang ada di terpusat maupun mandiri saat ini sudah lebih akurat," jelasnya.


(Warga melintas di bangunan yang rusak akibat gempa NTT. Foto: Antara)

Sementara itu, BNPB memastikan jumlah korban meninggal dunia tidak bertambah, yakni tetap 111 orang. Mayoritas korban jiwa didominasi oleh kelompok perempuan dan lanjut usia (lansia).

Berton merinci, berdasarkan jenis kelamin, korban perempuan mendominasi dengan persentase mencapai 56,4 persen. Sementara korban meninggal berjenis kelamin laki-laki tercatat sebesar 43,6 persen.

"Sedangkan untuk kelompok umur, yang paling besar itu adalah lansia diikuti dengan dewasa, anak dan remaja, selanjutnya ada balita dan batita," terang Berton.

(Lukman Diah Sari)