Presiden Prabowo Sebut MBG Penting bagi Masyarakat dalam Kondisi Sulit

Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok. BPMI Sekretariat Presiden.

Presiden Prabowo Sebut MBG Penting bagi Masyarakat dalam Kondisi Sulit

Fachri Audhia Hafiez • 26 August 2026 16:16

Nagekeo: Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dampaknya yang sangat terasa dan krusial. Terutama, bagi masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi sulit.

Prabowo menilai manfaat penyediaan makanan bergizi rutin mungkin terasa biasa bagi golongan masyarakat berkecukupan. Namun, intervensi pangan langsung dari pemerintah ini berdampak besar bagi pemenuhan gizi generasi muda serta menopang kesejahteraan keluarga tidak mampu.

“Kalau untuk orang yang mampu, satu porsi makanan itu tidak ada artinya. Tapi untuk mereka yang dalam keadaan susah, dan susahnya juga berhari-hari,” ujar Prabowo merespons usulan Pemkab Nagekeo dalam rapat koordinasi penanganan dampak gempa bumi di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere, Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 26 Agustus 2026.
 


Prabowo sering mendengar kisah warga yang masa kecilnya harus bersekolah dalam kondisi perut kosong. Kondisi tersebut tidak boleh terus berulang bagi anak-anak Indonesia di masa depan.

“Syukur dia sudah lulus, tapi sekarang yang kita berpikir adalah ibu-ibu dan anak-anak, ya. Jadi MBG berperan,” ucap Prabowo.

Menurut Kepala Negara, manfaat program MBG akan semakin optimal jika dipadukan dengan penguatan ekonomi kerakyatan melalui Koperasi Desa Merah Putih. Termasuk, pengembangan kawasan desa nelayan.


Rapat terbatas (ratas) di Nagekeo, NTT, yang dihadiri Presiden Prabowo Subianto. Foto: BPMI Setpres.

Bupati Nagekeo Simplisius Donatus menyampaikan permohonan agar program MBG terus dilanjutkan di wilayahnya. Berdasarkan evaluasi dan survei nonformal yang melibatkan para guru di sekolah penerima manfaat, tingkat kehadiran siswa melonjak drastis.

“Saya minta mereka survei kehadiran siswa, nyaris 100 persen Bapak, siswa yang di mana ada jatah MBG itu nyaris 100 persen tingkat kehadirannya,” kata Simplisius.

Selain memicu motivasi belajar siswa, Simplisius menyebut keterlibatan masyarakat dalam rantai pasok penyediaan MBG turut mendongkrak pendapatan rumah tangga warga lokal hingga berdampak positif pada penurunan angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di daerahnya.

(Fachri Audhia Hafiez)