Iran lawan serangan AS-Israel dengan rudal dan drone mematikan. Foto: WANA
Iran Klaim 3.200 Anggota Militer AS Tewas dan Terluka dalam Sepekan Perang
Fajar Nugraha • 18 March 2026 11:59
Teheran: Otoritas intelijen Iran mengklaim telah melumpuhkan kekuatan militer Amerika Serikat (AS) secara signifikan dalam tujuh hari pertama peperangan yang pecah sejak 28 Februari 2026.
Laporan yang dirilis media resmi Press TV menyebutkan bahwa pasukan AS menderita ribuan korban jiwa serta kehilangan ratusan alutsista udara yang sangat vital.
Seorang pejabat senior intelijen Iran menyatakan bahwa berdasarkan penilaian komprehensif, sedikitnya 200 personel militer AS tewas dan lebih dari 3.000 lainnya luka-luka.
"Kehilangan ini merupakan dampak langsung dari operasi balasan militer Iran yang dilakukan secara beruntun," ujar pejabat tersebut kepada Press TV, seperti dikutip Rabu,18 Maret 2026.
Laporan intelijen tersebut merinci kerugian material yang dialami pihak Washington. Sebanyak 23 sistem pertahanan udara Patriot dan 150 platform peluncur rudal diklaim telah hancur.
Sebanyak 37 pesawat dan helikopter militer AS dilaporkan berhasil dilumpuhkan. Iran mengeklaim bahwa 43 persen dari total persediaan senjata AS di kawasan tersebut telah musnah akibat serangan presisi.
Pihak Teheran juga menyoroti terjadinya penipisan stok rudal pertahanan udara yang kritis, baik pada militer Amerika Serikat maupun rezim Israel.
Situasi ini digambarkan sebagai perkembangan sangat serius yang dapat melumpuhkan kemampuan defensif koalisi AS-Israel dalam menghadapi gelombang serangan udara berikutnya.
Hingga saat ini, pejabat di Washington dan Tel Aviv masih menutup rapat informasi mengenai skala kerusakan yang diderita. Namun, sejumlah analis independen memperkirakan kerugian materi akibat kehancuran radar dan sistem pertahanan tersebut mencapai puluhan miliar dolar AS.
Eskalasi besar ini dipicu oleh pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, dalam serangan udara pada akhir Februari lalu. Selain target militer, Iran juga menyoroti serangan koalisi yang menghantam sekolah dasar di Iran Selatan dan menewaskan hampir 170 siswa.
Sebagai balasan, angkatan bersenjata Iran telah melancarkan 58 gelombang serangan dalam kerangka Operation True Promise 4. Serangan ini menyasar pangkalan militer AS di seluruh kawasan Timur Tengah serta situs militer Israel di wilayah pendudukan.
Laporan tersebut juga mengindikasikan bahwa Tel Aviv kini terus mendesak bantuan militer tambahan dari Washington, sementara AS berupaya membujuk sekutu regionalnya untuk segera terlibat dalam membantu pengamanan kawasan.
(Kelvin Yurcel)