Militer Yaman mengklaim merebut sejumlah posisi Houthi di Taiz dan Hodeidah dalam pertempuran. (Anadolu Agency)
Militer Yaman Serang Houthi, Rebut Posisi di Taiz dan Hodeidah
Willy Haryono • 7 September 2026 08:41
Sanaa: Militer Yaman mengklaim merebut sejumlah posisi kelompok pemberontak Houthi dalam pertempuran di Provinsi Taiz dan Hodeidah pada Minggu, 6 September 2026.
Dikutip dari Anadolu Agency, lebih dari 20 anggota Houthi disebut tewas atau terluka dalam bentrokan tersebut.
Pusat Media Angkatan Bersenjata Yaman mengatakan pasukannya melancarkan operasi berskala besar di sejumlah front. Operasi tersebut mencakup perebutan posisi, pengamanan wilayah baru, serta upaya menggagalkan penyusupan Houthi.
Militer Yaman melancarkan serangan dari tiga arah di front Al-Barh pada Minggu pagi. Pasukan kemudian merebut sejumlah posisi di Al-Kadha, wilayah barat Taiz, serta mengamankan posisi baru di selatan Hodeidah.
Pasukan Yaman juga mengklaim berhasil menggagalkan upaya penyusupan Houthi di front Al-Dhabab, sebelah barat Taiz.
Menurut militer Yaman, pertempuran tersebut menyebabkan kerugian besar terhadap personel dan peralatan militer Houthi. Namun, tidak ada rincian mengenai jumlah korban tewas dan luka secara terpisah.
Angkatan udara Yaman turut melancarkan serangan terhadap posisi Houthi di Al-Barh, wilayah selatan Hodeidah, serta pinggiran barat Provinsi Marib.
Serangan udara lainnya menyasar posisi dan konsentrasi pasukan Houthi di Al-Labanat, Al-Alam, serta Provinsi Al-Jawf. Militer Yaman kembali mengklaim serangan tersebut menyebabkan kerugian besar pada personel dan peralatan Houthi.
Bentrokan terbaru ini meningkatkan kekhawatiran mengenai kembalinya perang skala besar di Yaman setelah periode relatif tenang sejak April 2022.
Yaman sebelumnya dilanda perang selama bertahun-tahun antara pasukan pemerintah yang didukung koalisi pimpinan Arab Saudi dan Houthi yang didukung Iran. Houthi menguasai ibu kota Sanaa serta sebagian besar wilayah Yaman pada 2014.
Sejak akhir 2023, ketika perang di Jalur Gaza pecah, Houthi semakin terlibat dalam konflik regional. Kelompok tersebut melancarkan serangan terhadap Israel dan kapal-kapal komersial di Laut Merah.
Pertempuran yang kembali meningkat di Yaman kini memunculkan kekhawatiran bahwa konflik yang sempat mereda dapat kembali berkembang menjadi perang berskala penuh.
Baca juga: Konflik Yaman Memanas, 1.790 Keluarga Mengungsi dalam Dua Hari