Peru Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Soroti Gangguan di Selat Hormuz

Peru memutus hubungan diplomatik dengan Iran di tengah eskalasi Timur Tengah. (Anadolu Agency)

Peru Putus Hubungan Diplomatik dengan Iran, Soroti Gangguan di Selat Hormuz

Muhammad Reyhansyah • 2 September 2026 11:19

Lima: Peru memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, dengan pemerintah Peru menyoroti persoalan demokrasi, hak asasi manusia, hingga gangguan perdagangan internasional di Selat Hormuz.

Kementerian Luar Negeri Peru menyebut keputusan tersebut didasarkan pada “komitmen historis terhadap perdamaian," penghormatan terhadap hukum internasional, serta pembelaan terhadap demokrasi.

“Peru semakin prihatin terhadap memburuknya nilai-nilai demokrasi di Iran, termasuk represi terhadap demonstrasi damai, pembatasan kebebasan pers, diskriminasi terhadap perempuan dan anak perempuan, serta penganiayaan terhadap lawan politik,” ujar pernyataan Pemerintah Peru, dikutip dari Anadolu, Rabu, 2 September 2026.

Peru juga menyoroti gangguan terhadap perdagangan internasional melalui Selat Hormuz sejak Maret yang dinilai berpotensi berdampak pada harga energi dan rantai pasok global.

Selain itu, Lima mengecam apa yang disebutnya sebagai “hasutan Iran terhadap kekerasan dan eskalasi konflik di Timur Tengah," serta tindakan Iran yang dinilai menghambat pekerjaan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Keputusan tersebut diambil ketika ketegangan militer antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat, dengan aksi saling serang yang memperburuk ketidakstabilan di kawasan dan memicu kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Meski memutus hubungan diplomatik, Peru memastikan hubungan konsuler dengan Iran tetap dipertahankan untuk melindungi kepentingan dan warga negara kedua negara sesuai dengan ketentuan Konvensi Wina.

Keputusan itu telah disampaikan kepada pemerintah Iran melalui nota diplomatik yang dikirim lewat Kedutaan Besar Iran di Ekuador, yang juga merangkap sebagai perwakilan Iran untuk Peru.

Baca juga: Trump Klaim Selat Hormuz dalam Kondisi Baik, 30 Kapal Melintas Setiap Malam

(Willy Haryono)