3 Situs Pantau Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau lewat HP

Cara cek sebaran abu vulkanik, foto: BMKG

3 Situs Pantau Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau lewat HP

Putri Purnama Sari • 8 September 2026 08:53

Jakarta: Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah terdampak. Abu vulkanik yang terbawa angin dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan berdampak terhadap kesehatan.

Informasi mengenai arah dan wilayah persebaran abu vulkanik penting diketahui agar masyarakat dapat menentukan langkah perlindungan yang diperlukan.

Kini, masyarakat dapat memantau persebaran abu vulkanik hanya melalui HP. Sejumlah situs menyediakan informasi mengenai aktivitas gunung api, arah pergerakan abu vulkanik, hingga kondisi atmosfer di wilayah terdampak.

Berikut cara cek sebaran abu vulkanik Anak Krakatau melalui sejumlah situs.

Cara Cek Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau

Masyarakat dapat memantau perkembangan sebaran abu vulkanik Anak Krakatau melalui sejumlah layanan berbasis peta dan citra. Tiga layanan yang dapat digunakan adalah Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG, Windy, dan abu.cikoytew.my.id.

Berikut tiga situs yang dapat digunakan untuk memantau sebaran abu vulkanik:

1. Cek melalui Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyediakan produk Citra Sebaran Abu Vulkanik yang menampilkan hasil analisis mengenai persebaran abu vulkanik.

Pada citra tersebut, sebaran abu ditampilkan dalam bentuk poligon berwarna kuning, sementara area abu ditandai dengan warna merah. Produk BMKG ini dibuat berdasarkan informasi aktivitas gunung api dari Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin.

Berikut cara mengecek sebaran abu vulkanik melalui situs BMKG:

  • Buka situs resmi BMKG atau klik di sini.
  • Pilih menu Cuaca.
  • Pilih Satelit.
  • Pilih Citra Sebaran Abu Vulkanik.
  • Cari atau pilih Gunung Anak Krakatau.
  • Perhatikan citra terbaru beserta waktu pembaruannya.
  • Amati wilayah yang masuk dalam area sebaran abu pada peta.

Citra Sebaran Abu Vulkanik BMKG dapat menjadi salah satu rujukan informasi resmi karena produk tersebut disediakan oleh BMKG.

2. Cek Persebaran SO2 melalui Windy


Cara cek sebaran abu vulkanik, foto: Windy.com

Selain abu vulkanik, masyarakat juga dapat memantau persebaran sulfur dioksida (SO2) yang merupakan salah satu gas yang dapat dilepaskan saat aktivitas vulkanik.

Persebaran SO2 dapat dipantau melalui situs Windy. Layanan ini menyediakan layer Sulphur Dioxide (SO2) yang menggunakan data dari Copernicus Atmosphere Monitoring Service (CAMS).

Layer tersebut menunjukkan jumlah SO2 dalam kolom atmosfer, mulai dari permukaan hingga bagian atas atmosfer. Berikut cara memantau persebaran SO2 melalui Windy:

  • Buka situs Windy atau klik di sini.
  • Cari lokasi Anak Krakatau.
  • Buka menu Layers.
  • Pilih SO2 / Sulphur Dioxide.
  • Perhatikan pola warna pada peta untuk melihat persebaran SO2.
  • Gunakan fitur timeline untuk melihat perubahan dan perkiraan pergerakan pada waktu berikutnya.

Perlu diperhatikan, data SO2 pada Windy menunjukkan keberadaan gas tersebut dalam kolom atmosfer, bukan pengukuran langsung konsentrasi SO2 di permukaan yang sedang dihirup masyarakat.

3. Cek Sebaran Abu melalui abu.cikoytew.my.id

Masyarakat juga dapat menggunakan situs abu.cikoytew.my.id untuk memantau arah pergerakan abu vulkanik.

Situs tersebut bukan layanan resmi pemerintah, melainkan dibuat oleh warga Indonesia bernama Tri Purnomo Aji. Informasi yang ditampilkan menggunakan data VAAC Darwin untuk memberikan gambaran mengenai sebaran abu, arah pergerakan, jarak sebaran menuju kota, serta perkiraan pergerakan berdasarkan timeline.

Berikut cara memantau persebaran abu vulkanik melalui situs tersebut:

  • Pilih gunung api yang ingin dipantau.
  • Pilih atau masukkan kota yang ingin diperiksa.
  • Lihat informasi mengenai jarak sebaran abu menuju kota tersebut.
  • Perhatikan timeline untuk melihat perkiraan pergerakan abu.
  • Gunakan informasi arah angin dan peta untuk melihat potensi wilayah yang dilalui abu vulkanik.

Situs tersebut menyediakan perkiraan sebaran abu hingga beberapa jam ke depan. Informasi yang ditampilkan dapat digunakan sebagai alat bantu pemantauan, tetapi masyarakat tetap perlu menjadikan informasi resmi dari BMKG, PVMBG/Badan Geologi, BNPB, dan pemerintah daerah sebagai acuan utama.

Pantau Informasi Resmi

Dengan menggunakan ketiga layanan tersebut, masyarakat dapat memperoleh gambaran mengenai persebaran abu vulkanik dan gas SO2. Informasi ini dapat membantu masyarakat mempersiapkan langkah pencegahan, terutama apabila wilayah tempat tinggal atau aktivitas berpotensi terdampak.

Meski demikian, hasil pemantauan dari layanan berbasis peta dan perkiraan tidak boleh dijadikan satu-satunya dasar dalam mengambil keputusan. Masyarakat tetap disarankan mengikuti informasi dan arahan terbaru dari instansi berwenang terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau.

(Yaumil Tianri Rahmi)

(Putri Purnama Sari)