Polda Jabar Minta Maaf atas Insiden 3 Anggotanya dengan Sekuriti di Bundaran HI

Tangkapan layar mobil Alphard hitam menerobos lampu merah di kawasan Bundaran HI, Jakpus. Foto: Antara/HO-@jakpus24jam.id/Ilham Kausar.

Polda Jabar Minta Maaf atas Insiden 3 Anggotanya dengan Sekuriti di Bundaran HI

P Aditya Prakasa • 25 July 2026 15:29

Bandung: Polda Jawa Barat angkat bicara terkait insiden keterlibatan tiga anggotanya dalam keributan dengan seorang petugas keamanan (satpam) di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Peristiwa tersebut dipicu oleh kendaraan anggota yang diduga menerobos lampu lalu lintas di pelican crossing depan Hotel Pullman.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada petugas keamanan bernama Victor atas tindakan tidak pantas dan arogan yang dilakukan oleh tiga personel Polda Jabar tersebut.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada Saudara Victor, seorang satpam di kawasan Bundaran HI, atas tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh tiga anggota Polda Jawa Barat," ujar Hendra melalui keterangan resmi, Sabtu, 25 Juli 2026.

Hendra mengungkapkan identitas ketiga anggota tersebut adalah Ipda DG, Bripka BS, dan Briptu RPW. Meskipun telah terjadi kesepakatan damai antara satpam dengan ketiga anggota tersebut, Hendra menegaskan proses hukum internal tetap berjalan.
 


Menurut Hendra, perdamaian secara kekeluargaan tidak otomatis menghapuskan sanksi kode etik yang membayangi para personel tersebut.

"Hasilnya, ditemukan cukup bukti adanya dugaan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2022. Proses selanjutnya akan dilaksanakan melalui mekanisme sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri," kata Hendra.


Tangkapan layar mobil Alphard hitam menerobos lampu merah di kawasan Bundaran HI, Jakpus. Foto: Antara/HO-@jakpus24jam.id/Ilham Kausar.


Polda Jabar memastikan akan bertindak tegas, profesional, dan transparan dalam menangani kasus ini. Hendra juga menekankan bahwa pihaknya sangat terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat demi perbaikan institusi Polri ke depan.

"Kami mengapresiasi seluruh kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari upaya perbaikan dan peningkatan pelayanan," kata Hendra.

(Whisnu M)