Presiden AS Donald Trump. (Anadolu Agency)
Kirim Surat ke Kongres AS, Trump Sebut Ancaman Iran Tak Dapat Ditoleransi Lagi
Willy Haryono • 3 March 2026 15:32
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump secara resmi melaporkan kepada Kongres terkait serangan militer ke Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026.
Pemberitahuan itu disampaikan berdasarkan Resolusi Kewenangan Perang melalui surat kepada Senator Chuck Grassley selaku presiden sementara Senat.
Dalam surat tersebut, Trump menyatakan upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan dengan Iran tidak membuahkan hasil.
“Ancaman terhadap Amerika Serikat dan sekutu serta mitranya menjadi tidak dapat ditoleransi,” tulisnya, dikutip dari Anadolu Agency, Selasa, 3 Maret 2026.
Trump menjelaskan pasukan AS melakukan serangan presisi terhadap sejumlah target di Iran, termasuk lokasi rudal balistik, kemampuan penambangan laut, sistem pertahanan udara, serta fasilitas komando dan kendali.
Operasi bertajuk Epic Fury itu disebut bertujuan melindungi pasukan AS di kawasan dan menjamin kelancaran jalur perdagangan di Selat Hormuz.
Ia juga menegaskan operasi dilakukan dalam rangka membela diri secara kolektif bersama sekutu, termasuk Israel. Trump menambahkan bahwa belum dapat dipastikan durasi penuh operasi militer yang mungkin masih diperlukan.
Pemberitahuan ini muncul di tengah desakan anggota Partai Demokrat dan sejumlah Republik agar Kongres memberikan persetujuan eksplisit sebelum tindakan militer lanjutan dilakukan.
Ketegangan kawasan meningkat setelah operasi gabungan AS dan Israel menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Iran merespons dengan meluncurkan rudal dan drone ke Israel serta aset militer AS di sejumlah negara Teluk. Serangan dan aksi saling balas ini terjadi saat perundingan program nuklir Iran antara Washington dan Teheran yang dimediasi Oman baru saja berakhir di Jenewa pekan lalu. (Keysa Qanita)