Prabowo Instruksikan Zulhas Jaga Harga Sembako Selama Ramadan

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (kiri). Foto: ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Prabowo Instruksikan Zulhas Jaga Harga Sembako Selama Ramadan

Fachri Audhia Hafiez • 2 March 2026 19:44

Jakarta: Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi tegas kepada Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), untuk menjamin stabilitas harga sembilan bahan pokok (sembako) menjelang bulan Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Presiden menekankan bahwa ketersediaan pangan harus terjamin dan harganya tetap terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat di tengah dinamika global saat ini.

"Saya diperintah untuk keliling ya memastikan pangan, MBG (makan bergizi gratis), Kopdes (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih). Kemudian, pengolahan sampah berlangsung dengan baik dan tentu sembako (selama) puasa dan lebaran ini harus tersedia, terjangkau, dan harga tidak boleh naik," ujar Zulhas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Antara, Senin, 2 Maret 2026.
 


Zulhas menyatakan akan segera turun langsung ke berbagai daerah untuk memantau rantai distribusi pangan secara ketat. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada pihak yang bermain di tengah meningkatnya konsumsi masyarakat menjelang hari raya. Selain itu, monitoring stok pangan akan menjadi agenda harian bagi jajarannya.

"Ya kami memastikan bulan puasa (sampai) Lebaran ini harus stok pangan dimonitor secara ketat," ujar Zulhas.


Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Foto: ANTARA/Cahya Sari.

Di saat yang bersamaan, Prabowo juga memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk membahas ketahanan energi nasional. Pertemuan ini menjadi krusial mengingat eskalasi konflik di Timur Tengah telah memicu penutupan Selat Hormuz oleh Angkatan Laut Iran, yang merupakan jalur vital bagi pasokan minyak dunia.

Bahlil melaporkan bahwa pemerintah tengah menghitung dampak penutupan jalur laut tersebut terhadap stok BBM dalam negeri. Mengingat Indonesia masih melakukan impor minyak, langkah antisipatif harus segera diputuskan agar kebutuhan energi masyarakat menjelang Lebaran tidak terganggu.

"(Laporan kepada Bapak Presiden) mungkin menyangkut dengan kondisi terkini, geopolitik ya, menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz, Iran, karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia, karena bagaimana pun kita masih melakukan impor sebelum lebaran," jelas Bahlil.

Pemerintah berkomitmen untuk menjaga stabilitas domestik di dua sektor utama tersebut agar masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan merayakan Idulfitri dengan tenang tanpa beban lonjakan harga kebutuhan pokok maupun energi.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fachri Audhia Hafiez)