Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar Jazuli Juwaini. Istimewa
Pembebasan Relawan GSF Hasil Nyata Tekanan Diplomatik dan Solidaritas Global
Whisnu Mardiansyah • 23 May 2026 22:20
Jakarta: Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) menyampaikan apresiasi atas keberhasilan langkah diplomatik Pemerintah Republik Indonesia serta solidaritas komunitas internasional yang ikut menekan Israel, sehingga pada akhirnya para relawan kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) berhasil dibebaskan.
Ketua Umum PB Mathla'ul Anwar, KH Jazuli Juwaini, menyatakan pembebasan para relawan tersebut merupakan bukti nyata dari efektivitas tekanan diplomatik serta gelombang solidaritas global yang terus menguat dalam mendukung perjuangan kemanusiaan untuk Gaza dan Palestina.
"PB Mathla'ul Anwar memberikan apresiasi yang mendalam terhadap langkah sigap dan tegas Pemerintah RI melalui Kementerian Luar Negeri, serta berbagai komponen masyarakat sipil, organisasi kemasyarakatan, tokoh lintas agama, dan komunitas internasional yang terus menyuarakan kecaman keras terhadap tindakan Israel," ujar Jazuli Juwaini, Sabtu, 23 Mei 2026.
Pembebasan para relawan GSF, khususnya sembilan WNI, juga tidak lepas dari dukungan Pemerintah Turki atas kerja sama yang baik yang terjalin dengan Kementerian Luar Negeri RI dan para diplomat Indonesia.
Meskipun para relawan pada akhirnya dibebaskan, PB MA sangat menyayangkan perlakuan tidak manusiawi yang sempat dialami oleh para relawan dan aktivis kemanusiaan, termasuk awak media, selama masa penahanan oleh pihak Israel. Berbagai laporan yang telah dipublikasikan menunjukkan adanya tindakan kasar seperti pengikatan tangan, pemaksaan posisi sujud di lantai, hingga penyiksaan dan pelecehan.
Menurut Jazuli, tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat terhadap hukum humaniter internasional serta nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal.
"Karena itu, persoalan ini tidak boleh berhenti hanya pada pembebasan para relawan. Israel harus tetap menerima konsekuensi hukum dan politik internasional atas tindakan biadab dan pelanggaran kemanusiaan yang dilakukannya," tegasnya.
.jpg)
Aktivis Global Sumud Flotilla yang dipindahkan ke Turki. Foto: Anadolu
PB Mathla'ul Anwar mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB), Mahkamah Internasional, serta seluruh komunitas internasional untuk mengambil langkah konkret berupa sanksi dan tekanan internasional terhadap Israel, sekaligus memastikan bahwa peristiwa serupa tidak kembali terulang di masa yang akan datang.
Di sisi lain, PB MA menegaskan bahwa insiden ini tidak boleh memadamkan semangat solidaritas global untuk terus membantu rakyat Gaza dan Palestina. Upaya untuk menembus blokade demi menyalurkan bantuan kemanusiaan harus terus dijalankan sebagai wujud keberpihakan terhadap rakyat Palestina yang selama ini tertindas.
"Solidaritas kemanusiaan tidak boleh kalah oleh intimidasi dan kekerasan. Dunia harus terus berdiri bersama rakyat Palestina demi tegaknya keadilan, kemerdekaan, dan nilai-nilai kemanusiaan," kata Jazuli Juwaini.