Harga Emas Naik Tajam, Curi Kilau Dolar hingga Minyak

Ilustrasi. Foto: Freepik.

Harga Emas Naik Tajam, Curi Kilau Dolar hingga Minyak

Husen Miftahudin • 25 May 2026 08:31

Chicago: Harga emas dunia naik tajam pada perdagangan awal Asia Senin karena perkembangan selama akhir pekan memicu lebih banyak harapan untuk kesepakatan perdamaian Amerika Serikat (AS)-Iran. 

Penurunan tajam nilai dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah menguntungkan harga emas batangan, sementara logam mulia secara keseluruhan juga mengalami kenaikan pada perdagangan Senin. 

Mengutip Investing.com, Senin, 25 Mei 2026, harga emas spot sebagai harga pasar emas dunia saat ini, melonjak sebanyak 1,5 persen menjadi USD4.577,12 per troy ons (satuan ukuran logam mulia global yang setara dengan 31,10 gram).

Sementara harga emas berjangka sebagai patokan harga emas dunia untuk kontrak beli atau jual emas di masa depan, naik 1,2 persen menjadi USD4.612,24 per troy ons. 

Logam mulia lainnya juga melonjak pada perdagangan Senin. Diantaranya, perak spot yang naik sebanyak 3,8 persen menjadi USD78,3865 per troy ons, sementara harga platinum spot naik dua persen menjadi USD1.965,45 per troy ons.
 

Baca juga: Harga Emas Berpotensi Tertekan Pekan Ini, Tren Bearish Masih Mendominasi


(Ilustrasi pergerakan harga emas. Foto: dok Bappebti)
 

Negosiasi kerangka kesepakatan perdamaian AS-Iran rampung


Presiden AS Donald Trump mengatakan pada akhir pekan bahwa kerangka kesepakatan perdamaian dengan Iran sebagian besar telah dinegosiasikan. Laporan media menunjukkan potensi kesepakatan tersebut akan memperpanjang gencatan senjata AS-Iran saat ini, dan juga akan membuka kembali jalur pelayaran melalui Selat Hormuz, membantu memasok kembali pasar minyak global. 

Namun Trump kemudian mengisyaratkan tidak terburu-buru untuk mencapai kesepakatan dan blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan tetap berlaku. 

Laporan lain menunjukkan AS dan Iran tetap berselisih mengenai isu-isu penting, terutama aktivitas nuklir Teheran. Para pejabat Iran sebagian besar menolak tuntutan AS untuk menyerahkan cadangan uranium yang telah diperkaya. 

Namun demikian, harapan kesepakatan damai sudah dekat membantu meredakan beberapa kekhawatiran pasar atas inflasi yang dipicu oleh energi akibat perang Iran. Ini merupakan titik tekanan utama pada emas dalam beberapa bulan terakhir, karena pasar khawatir inflasi yang lebih tinggi dapat memicu kenaikan suku bunga lebih lanjut dari Federal Reserve dan bank sentral utama lainnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)