Basarnas Optimistis Temukan Tiga WNA Spanyol di Perairan Labuan Bajo

Tim SAR sedang berkoordinasi melakukan pencarian lanjutan terhadap pelatih Valencia dan anaknya yang tenggelam di perairan Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT. ANTARA/Kornelis Kaha

Basarnas Optimistis Temukan Tiga WNA Spanyol di Perairan Labuan Bajo

Silvana Febiari • 2 January 2026 19:12

Labuan Bajo: Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) optimis dapat menemukan tiga warga negara asing (WNA) asal Spanyol yang menjadi korban tenggelamnya KM Putri Sakinah di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk itu, operasi pencarian diperpanjang hingga Minggu, 4 Januari 2025.

“Kami tetap optimistis kerja keras seluruh unsur tim SAR gabungan dapat membuahkan hasil dalam masa perpanjangan operasi SAR ini,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), dikutip dari Antara, Jumat, 2 Januari 2026. 

Fathur menjelaskan keputusan itu diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur tim SAR gabungan yang dilaksanakan pada Kamis, 1 Januari 2026. 
 


Jika mengacu pada Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014, pelaksanaan operasi SAR pada prinsipnya dilaksanakan selama tujuh hari berturut-turut terhitung sejak tenggelamnya kapal tersebut. Namun, operasi dapat diperpanjang apabila masih terdapat tanda-tanda atau peluang penemuan korban.

Di sisi lain, Basarnas juga menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Spanyol melalui Duta Besar Spanyol untuk Indonesia. Perhatian tersebut disampaikan melalui surat resmi tertanggal 31 Desember 2025, yang menyatakan harapan agar operasi SAR terhadap tiga WNA Spanyol terus diupayakan. 

Dukungan keluarga korban selama proses pencarian sangat berarti. Kehadiran mereka yang setia mendampingi tim SAR gabungan juga juga turut diapresiasi. 


Tim gabungan Basarnas melakukan pencarian 3 WNA Spanyol korban kapal tenggelam di Labuan Bajo. (Dokumentasi/Istimewa)


Pada pelaksanaan operasi SAR hari ketujuh, tim SAR gabungan mengerahkan 13 kapal untuk melakukan penyisiran di sepanjang area pencarian. Peralatan sonar dan hidronav milik Polairud Polda NTT turut dikerahkan. Namun hingga evaluasi dilakukan, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)