Serangan di Beirut, Lebanon oleh Israel. Foto: The New York Times
Korban Perang di Timur Tengah Terus Bertambah: 1.270 Tewas di Iran, 486 di Lebanon
Fajar Nugraha • 11 March 2026 11:55
Teheran: Eskalasi konflik bersenjata yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak 28 Februari lalu telah merenggut ribuan nyawa di berbagai negara Timur Tengah.
Hingga Selasa 10 Maret 2026, laporan resmi menunjukkan lonjakan drastis jumlah korban jiwa, baik dari kalangan sipil maupun militer.
“Pemerintah Iran mencatat jumlah fatalitas tertinggi dengan sedikitnya 1.270 orang tewas. Angka ini termasuk 40 warga yang gugur akibat serangan udara Israel di kawasan pemukiman Teheran pada Senin kemarin,” sebut laporan korban, seperti dikutip dari Anadolu, Rabu 11 Maret 2026.
“Pihak militer Iran juga melaporkan kehilangan 104 personel setelah kapal perang mereka ditenggelamkan oleh kapal selam AS di lepas pantai Sri Lanka pekan lalu,” sebut laporan itu.
Sementara itu, Lebanon melaporkan sedikitnya 486 orang tewas akibat rangkaian serangan udara Israel. Di Irak, otoritas kesehatan mengonfirmasi 15 korban jiwa, termasuk seorang komandan faksi bersenjata yang tewas dalam serangan udara pada 5 Maret.
Militer Israel mengonfirmasi kematian dua tentara dalam pertempuran darat di Lebanon Selatan, yang merupakan fatalitas militer pertama sejak konfrontasi dengan Hezbollah pecah kembali. Selain itu, 11 warga sipil Israel dilaporkan tewas, mayoritas akibat serangan rudal Iran di dekat Yerusalem.
Kementerian Pertahanan AS (Pentagon) merilis data mengenai dampak serangan balasan Iran terhadap personel mereka. Sekitar 140 personel militer AS terluka dalam 10 hari terakhir, mayoritas mengalami luka ringan, namun delapan personel dilaporkan menderita luka parah. Sedangkan tujuh tentara AS terkonfirmasi tewas dalam insiden di Kuwait dan Arab Saudi.
Ketegangan telah meluas ke negara-negara yang menampung pangkalan militer AS, mengakibatkan jatuhnya korban sipil dan kerusakan infrastruktur. Uni Emirat Arab (UEA) mencatat sebanyak enam orang tewas akibat serangan Iran, sementara di Kuwait, enam orang tewas, terdiri dari dua warga sipil (termasuk seorang anak), dua polisi, dan dua tentara saat bertugas.
Sementara itu, di Arab Saudi, dua warga asing tewas setelah proyektif menghantam pemukiman di Al-Kharj. Sedangkan di Bahrain dan Suriah, masing-masing melaporkan korban jiwa akibat hantaman rudal Iran di wilayah permukiman. Di Oman, satu orang tewas setelah sebuah kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall terkena proyektif di lepas pantai Muscat.
Hingga saat ini, pertempuran masih berlangsung di berbagai fron, sementara harga energi global terus berfluktuasi tajam seiring belum adanya tanda-tanda deeskalasi di kawasan tersebut.
(Kelvin Yurcel)