Cegah Kebakaran di Gunung, Simak 7 Cara Membuat Api Unggun yang Aman

Ilustrasi api unggun. Foto: Pexels/Mustafa Kilic

Cegah Kebakaran di Gunung, Simak 7 Cara Membuat Api Unggun yang Aman

Muhamad Marup • 10 August 2026 15:49

Jakarta: Api unggun jadi semacam kewajiban ketika melakukan pendakian. Meski begitu, api unggun juga bisa jadi ancaman ketika dilakukan tanpa mempertimbangkan keamanan.

Sebagai contoh, kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Bromo beberapa hari terakhir disinyalir akibat perapian atau api unggun. Melihat dampaknya yang besar, pembuatan api unggun tidak bisa asal-asalan.

Melansir berbagai sumber, berikut cara aman serta langkah yang harus diperhatikan ketika membuat api unggun.

Cara Membuat Api Unggun

Meski jadi solusi untuk berbagai keperluan selama pendakian, sebaiknya hindari membuat api unggun jika memang tidak diperlukan. Sebelum membuat api unggun, pastikan lokasi tersebut diperbolehkan untuk melakukan aktivitas tersebut.

Ilustrasi api unggun. Foto: Pexels/Bastian Ricardi

Melansir situs REI, berikut langkah-langkah yang harus diperhatikan sebagai berikut:
  1. Pilihlah lokasi yang aman untuk membuat api unggun. Pastikan tidak ada benda-benda yang mudah terbakar di sekitarnya dan jauh dari pepohonan yang rentan terbakar.
  2. Buatlah alas dengan menggunakan batu atau pasir di area api unggun. Ini akan membantu mencegah api merambat ke area yang tidak diinginkan.
  3. Kumpulkan kayu atau bahan bakar lainnya seperti batang kayu, potongan ranting, atau kertas kering. Pastikan kayu yang dipilih itu kering untuk memudahkan proses pembakaran.
  4. Tumpuklah kayu atau bahan bakar tersebut secara bertingkat dalam bentuk kerucut atau piramida. Biarkan ruang dibagian tengah tumpukan untuk memberikan sirkulasi udara yang baik.
  5. Setelah tumpukan kayu selesai, gunakan korek api atau kertas kering yang dinyalakan untuk menghidupkan api unggun pada bagian bawah tumpukan.
  6. Jaga api tetap terjaga dengan menambahkan kayu atau bahan bakar lainnya secara bertahap saat diperlukan. Pastikan bahan bakar cukup untuk menjaga api tetap menyala selama yang diinginkan.
  7. Setelah selesai menggunakan api unggun, pastikan untuk memadamkan sepenuhnya dengan air atau pasir. Pastikan api sudah benar-benar padam sebelum meninggalkan area tersebut.
Api unggun bukan satu-satunya sumber api ketika pendakian. Untuk membantu menggantikan perannya dalam menghangatkan tubuh, pendaki bisa menggunakan api kompor, makan bekal yang dibawa, atau menggunakan pakaian tebal yang punya insulasi suhu optimal.
Ketika kebakaran di gunung terjadi dan tidak dapat dikendalikan, maka dampaknya akan sangat masif dan membawa kerugian besar. Selain dampak lingkungan, kebakaran juga berisiko bagi keselamatan pendaki dan masyarakat sekitar.

Kebakaran memang bisa terjadi karena faktor alam. Meski begitu, berkaca dari peristiwa Gunung Bromo, manusia berperan penting mencegah kebakaran, salah satunya dengan membuat api unggun yang benar.

(Muhamad Marup)